Agam, Wartapatroli.com, – Duka dan keprihatinan masih menyelimuti Kabupaten Agam pasca bencana Hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah. Hingga Sabtu (13/12) pukul 20.00 WIB, jumlah warga yang terpaksa meninggalkan kediaman mereka masih tergolong tinggi dan tersebar di berbagai kecamatan.
Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten Agam, yang dihimpun Wartapatroli.com Sabtu (13/12) tercatat sebanyak 5.027 jiwa mengungsi di ratusan titik pengungsian yang terbentang dari Kecamatan Palembayan hingga Kecamatan Matur. Angka tersebut mencerminkan besarnya dampak bencana yang masih memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan.
Kecamatan Palembayan menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 539 jiwa, yang menempati berbagai lokasi pengungsian seperti Posko Utama SDN 05 Kayu Pasak, masjid, mushala, serta rumah keluarga dan kerabat. Kondisi serupa juga terjadi di kecamatan lain, di antaranya Palupuh, Tanjung Raya, IV Koto, Malalak, dan Matur, dengan variasi jumlah serta tempat pengungsian mulai dari kantor wali nagari, balai adat, hingga rumah warga.
Perkembangan signifikan turut tercatat di Kecamatan Palembayan, khususnya di Nagari Tigo Koto Silungkang, yang mengalami penambahan pengungsi sebanyak 632 jiwa, seiring meningkatnya kewaspadaan warga terhadap kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya aman.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti, menyampaikan bahwa data pengungsian terus diperbarui mengikuti dinamika di lapangan. Ia menuturkan, meskipun sebagian warga telah kembali ke rumah masing-masing, masih banyak yang memilih bertahan di pengungsian demi keselamatan.
“Data ini kami himpun dari laporan kecamatan dan nagari hingga malam ini. Ada warga yang telah kembali, namun di sisi lain terdapat penambahan pengungsi di beberapa nagari karena faktor keamanan,” ujar Roza, menjawab Wartapatroli.com Sabtu (13/21).
Lebih lanjut, Roza menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam melalui perangkat daerah terkait terus memperkuat koordinasi dalam masa tanggap darurat. Upaya tersebut meliputi penyediaan logistik, layanan kesehatan, hingga langkah-langkah percepatan pemulihan pascabencana.
Di tengah situasi yang masih penuh keterbatasan, semangat gotong royong dan kepedulian menjadi denyut harapan. Pemerintah dan masyarakat berjalan beriringan, menata langkah pemulihan, sembari memanjatkan doa agar Agam segera bangkit dari musibah dan kembali menapaki hari-hari yang aman serta bermartabat.(Bagindo)












