Agam, Wartapatroli.com –
Belum juga sirna duka yang menyelimuti masyarakat Palembayan, Kabupaten Agam, akibat amukan banjir bandang dan tanah longsor hidrometeorologi beberapa pekan silam, alam kembali menguji ketabahan warga.
Deras hujan yang turun tanpa jeda kembali membangunkan kegelisahan, menghadirkan bencana serupa yang menghantui kehidupan di lereng-lereng perbukitan Palembayan.
Pada Selasa (30/12) sekitar pukul 15.19 WIB, banjir dan tanah longsor kembali menerjang Jorong Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Tingginya intensitas hujan menjadi pemicu utama, membuat aliran air meluap dan tanah kehilangan daya ikatnya.
Banjir dilaporkan menggenangi badan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter dengan ketinggian air mencapai 1 meter, menyebabkan akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan.
Sementara itu, material longsor menutup jalan sepanjang 20 meter dengan ketebalan mencapai 1,5 meter, sepenuhnya memutus jalur transportasi warga.
Tak hanya merusak infrastruktur, bencana ini juga menyentuh sisi paling rapuh kehidupan manusia. Satu unit rumah warga tertimbun material longsor, mengakibatkan tiga orang penghuni terjebak di dalamnya. Korban tersebut masing-masing Yuslinar (58), Nayla Firsty Alona (14), dan Ninda (15).
Syukur tak terhingga, berkat gerak cepat warga dan petugas, ketiganya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat sekitar pukul 15.20 WIB, lalu segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Saat dikonfirmasi Wartapatroli.com, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Diskominfo Agam, Eki Marlinda, Selasa (30/12) melalui sambungan telepon, menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Agam langsung bergerak cepat dengan melakukan assessment, pendataan, serta turun ke lokasi untuk proses evakuasi dan penanganan darurat.
“Setelah evakuasi, seluruh korban langsung dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” ujarnya.
Penanganan bencana melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Agam, Brimob, TNI, Dokpol Sumbar, para relawan, serta pemerintahan nagari, yang bahu-membahu menjalankan tugas kemanusiaan di tengah kondisi medan yang sulit.
Pemerintah Daerah Kabupaten Agam mengimbau masyarakat, khususnya warga sekitar dan pengguna jalan yang melintasi kawasan rawan tersebut, agar senantiasa waspada dan berhati-hati, mengingat potensi bencana susulan masih sangat mungkin terjadi selama curah hujan tinggi terus berlangsung.
Di tengah denting hujan dan lumpur yang mengalir, harapan tetap dipanjatkan agar alam kembali bersahabat dan warga Palembayan diberi kekuatan untuk bangkit dari ujian yang berulang.(Bagindo)












