Agam  

Semangat Agam Tak Surut di Tengah Isolasi Dua Jorong

Agam,Wartapatroli.com, – Malam turun perlahan  di Kabupaten Agam, membawa kesejukan yang kontras dengan beban duka yang masih menyelimuti daerah ini. Dari balik remang-remang kerja para relawan, Pemerintah Kabupaten Agam merilis pembaruan data terbaru tentang jorong dan nagari yang masih terisolir akibat bencana alam yang melanda beberapa hari terakhir.

Dari total 19.402 jiwa terdampak, tercatat 54 jiwa masih terkurung dalam keterisolasian di dua jorong Kecamatan Palupuh: Jorong Pagadih Hilia dan Jorong Banio Balirik dua titik sunyi yang hingga kini belum bisa disentuh kendaraan, namun tak pernah luput dari perhatian pemerintah daerah kabupaten Agam..

Pagadih Hilia dan Banio Balirik: Dua Sudut Sunyi yang Terus Menanti

Di Pagadih Hilia, terdapat 10 KK dengan 28 jiwa yang hingga saat ini masih sepenuhnya terisolir. Tidak ada kendaraan yang dapat masuk. Medan terjal yang ditembusi material hanyut membuat tim hanya bisa mengandalkan langkah kaki, doa, dan ketekunan.

Sementara di Banio Balirik, 26 jiwa dalam 10 KK mulai bisa diakses, namun hanya melalui jalur setapak yang memaksa para relawan memanggul bantuan di atas punggung mereka. Setiap paket logistik yang tiba ke sana bukan sekadar barang melainkan pesan bahwa Agam tidak pernah meninggalkan warganya.

“Total 54 jiwa masih terisolir… Tim di lapangan terus bekerja membuka akses agar bantuan bisa masuk tanpa hambatan.”ungkap Kepala Dinas Kominfo Agam  Roza Syafdefianti, pada Wartapatroli.com, Jum’at (12/12) by Phon.

Jalur Terbuka Perlahan, Harapan Kembali Menyala

Di sisi lain, sejumlah jorong seperti Campago, Sigiran, Koto Andaleh, hingga Limo Badak mulai bisa ditembus kendaraan roda dua dan jalur alternatif. Meski terbatas, kabar itu menjadi nyala kecil harapan yang terus dijaga.

Di bawah cahaya senter dan sorot lampu alat berat, petugas gabungan dari Pemkab Agam, BPBD, TNI, dan Polri masih berjibaku. Tanah yang basah, suara alat berat yang mendengung, dan langkah para relawan berpadu menjadi simfoni ketangguhan di daerah yang tengah berduka.

Komitmen Tanpa Henti

“Masyarakat diminta tetap tenang. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara real time,” ujar Roza. Kata-katanya seperti penegasan bahwa Agam tidak pernah menyerah bahkan ketika jalan mati dan waktu terasa memanjang.

Hingga malam ini, tim terus bergerak. Membuka akses. Mengirim logistik. Menjaga nyawa.
Karena bagi Agam, tak satu pun jiwa boleh terlewat di tengah bencana.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *