Agam, Wartapatroli.com –
Di bawah langit yang seolah ikut meredam rasa, suasana haru menyelimuti halaman SD Negeri 55 Batang Piarau, Kampung Pinang Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Sebuah perjalanan pengabdian resmi berlabuh, dengan dedikasi tinggi dan amanah baru pun dititipkan dalam prosesi Serah Terima Jabatan (Baca – Sertijab) kepala sekolah yang berlangsung khidmat.
Nora Susanti, S.Pd., M.Pd., yang selama ini menakhodai SDN 55 Batang Piarau dengan dedikasi dan keteguhan hati, secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Yaldi Antoni, S.Pd., yang dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt – red) Kepala SD Negeri 55 Batang Piarau Kampung Pinang Kecamatan Lubuk Basung.
Langkah pengabdian Nora Susanti kini berlanjut ke tempat baru, setelah ia dimutasi ke SD Negeri 01 Balai Ahad.
Surat Keputusan (SK) Plt diserahkan langsung oleh Pengawas TK/SD Kecamatan Lubuk Basung, Zunidar, S.Pd., M.Pd., dengan penuh kehati-hatian dan makna tanggung jawab. Prosesi tersebut turut disaksikan oleh pengawas lainnya, Rusyda, S.Pd., M.Pd., yang hadir sebagai saksi perjalanan perubahan, sekaligus penanda kesinambungan kepemimpinan di dunia pendidikan dasar.
Dalam suasana yang sarat emosi, para guru dan staf SDN 55 Batang Piarau berdiri menyimak, sebagian menyimpan kenangan, sebagian lagi menata harapan. Bagi mereka, Sertijab bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan peristiwa batin tentang perpisahan yang sunyi dan kepercayaan yang kembali disemai.
Kata demi kata yang terucap dalam sambutan terasa pelan namun dalam, mengalir seperti doa yang tak terucap. Nora Susanti menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan dan dukungan selama masa kepemimpinannya, seraya berharap SDN 55 Batang Piarau terus tumbuh menjadi ruang belajar yang hangat dan bermartabat.
Sementara itu, Yaldi Antoni menerima amanah dengan sikap rendah hati, menyadari bahwa jabatan bukanlah puncak, melainkan jalan sunyi penuh tanggung jawab untuk melayani, membimbing, dan menjaga api pendidikan tetap menyala. Di penghujung acara, tak ada tepuk tangan yang gegap, hanya senyum yang ditahan dan mata yang berkaca-kaca.
Sebab di sekolah ini, setiap perpisahan selalu meninggalkan jejak, dan setiap awal baru selalu mengandung harapan.
Sertijab ini menjadi saksi bahwa pengabdian tak pernah benar-benar berakhir ia hanya berpindah ruang, namun tetap hidup dalam kenangan dan dedikasi.(Era Darwis)












