Agam  

Tanggap Darurat Bencana Alam Palembayan : 74 Warga Meninggal Dunia, Pencarian Korban Terus Dilakukan

Agam, Wartapatroli.com – Musibah longsor dan banjir bandang kembali mengoyak wilayah Kabupaten Agam. Hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis (27/11/2025) memicu galodo besar yang menerjang beberapa jorong di Kecamatan Palembayan. Hingga Jumat (28/11/2025) malam, tim gabungan BPBD Agam mencatat 74 warga ditemukan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.

Arus deras yang membawa material lumpur, batu, serta pepohonan menghantam permukiman warga di Jorong Kayu Pasak, Jorong Kampung Tangah Timur, dan kawasan Simpang Aia Tajun. Dampaknya, puluhan rumah rusak berat, beberapa di antaranya rata dengan tanah.

Kepala Pelaksana BPBD Agam menyampaikan bahwa proses evakuasi masih berlangsung dan menghadapi tantangan berat. “Medan sangat sulit, akses jalan banyak terputus oleh timbunan longsor. Namun tim SAR, TNI–Polri, dan relawan terus bergerak. Fokus utama kami adalah pencarian korban yang belum ditemukan serta penanganan warga yang mengungsi,” ujarnya.

Di sisi lain, ratusan warga terpaksa mengungsi ke pos penampungan darurat di kantor wali nagari dan beberapa lokasi aman lainnya. Kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, selimut, pakaian, dan layanan kesehatan terus disalurkan oleh tim tanggap darurat dan berbagai organisasi kemanusiaan.

Kapolsek Palembayan menyebutkan bahwa sebagian besar titik terdampak mengalami kerusakan parah akibat tingginya debit air dari hulu yang tiba-tiba meluap. “Arus galodo datang sangat cepat. Banyak warga tidak sempat menyelamatkan diri,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Agam telah menetapkan status tanggap darurat dan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat penanganan bencana. Bupati Agam menyerukan agar masyarakat di wilayah rawan segera meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung beberapa hari ke depan.

Upaya pembersihan material longsor serta perbaikan akses jalan prioritas juga terus dilakukan agar distribusi bantuan dapat berjalan lebih efektif.

Bencana ini menjadi pengingat keras bahwa wilayah Palembayan dan sekitarnya berada dalam zona rawan galodo dan pergerakan tanah, terutama saat curah hujan tinggi. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi dan tidak mendekati lokasi terdampak demi keamanan.(Bagindo(

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *