Agam,Wartapatroli.com – Penderitaan warga Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, kian memprihatinkan.
Pasalnya sudah tiga bulan sejak bencana galodo melanda kawasan tersebut, namun masyarakat menilai belum ada langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Agam, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, maupun pemerintah pusat untuk penanganan permanen.
Mengutip dari unggahan akun Facebook Dedy Mardiansyah Kamis (26/2) Warga menyebut, hingga saat ini bantuan pembangunan hunian tetap (huntap) justru lebih banyak datang dari pihak swasta dan organisasi kemasyarakatan.
Beberapa lembaga seperti Al Azhar, Rumah Zakat, dan Himpunan Mahasiswa Islam disebut telah membangun hunian tetap bagi korban terdampak.
Sementara untuk hunian sementara (huntara), baru tersedia sekitar 15 unit, ditambah 8 unit hasil swadaya masyarakat.
Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan warga terdampak yang kehilangan tempat tinggal akibat terjangan galodo susulan dari Sungai Tumayo.
“Kami sudah tiga bulan ditimpa bencana, tapi belum ada tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun provinsi. Justru pihak swasta yang lebih dulu bergerak membangunkan hunian tetap,” ungkap salah seorang warga.
Warga juga mempertanyakan kejelasan terkait bantuan tahap darurat (TDH) yang hingga kini belum terealisasi. Mereka mengaku telah berulang kali menyampaikan aspirasi dan permohonan, termasuk usulan pembangunan tanggul bronjong di sepanjang aliran Sungai Tumayo guna mencegah galodo susulan.
Menurut warga, permohonan tersebut telah disampaikan secara langsung kepada Gubernur Sumatera Barat melalui ajudan, serta melalui sejumlah tokoh masyarakat. Namun hingga kini, belum ada kepastian realisasi.
Kekhawatiran masyarakat semakin meningkat mengingat Sungai Tumayo beberapa kali kembali meluap dan membawa material batu serta lumpur yang mengancam permukiman. Warga berharap adanya langkah cepat berupa pembangunan tanggul pengaman sebagai bentuk mitigasi bencana.
Masyarakat Jorong Labuah kini berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat segera turun tangan dengan langkah konkret, agar keselamatan dan kepastian tempat tinggal mereka dapat terjamin.
“Kami hanya ingin diselamatkan dan diberikan kepastian. Jangan sampai kami terus hidup dalam ketakutan setiap kali hujan turun,” tutup warga.
Kita berharap semua ini nisa berjalan sebagai mana yang sama sama diharapkan dam Pemerintah Daerah Kabupaten Agam dapat bekerja sebagai mana yang diharapkan dan hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Pemda Agam terkait klarifikasi keluhan warga tersebut.(Bagindo)












