Warga Air Bangis Resah, Pokdarling Kampung Padang Surati Gubernur Sumbar Terkait Serangan Buaya

Pasaman Barat – Wartapatroli.com – Kelompok Sadar Lingkungan (Pokdarling) Kampung Padang, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, secara resmi menyampaikan surat pengaduan kepada sejumlah pihak terkait atas meningkatnya kemunculan dan serangan buaya di daerah aliran sungai dan sepanjang Pantai Air Bangis.

Surat tertanggal 12 Januari 2026 tersebut ditujukan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, BKSDA Sumbar, BPSPL Padang, Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat, hingga unsur pemerintahan nagari dan tokoh adat setempat.

Dalam surat itu, Pokdarling menyampaikan bahwa ancaman keselamatan masyarakat akibat serangan buaya telah berlangsung sejak tahun 2015 dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Ketua Pokdarling Kampung Padang, Khairul Anami, SH., menyebutkan bahwa sejumlah insiden serangan buaya telah mengakibatkan korban luka berat, trauma mendalam, bahkan korban jiwa. Anak-anak disebut menjadi kelompok paling rentan, sehingga banyak di antara mereka tidak lagi berani bermain, berenang, atau beraktivitas di sungai dan pantai.

“Situasi ini tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga berdampak pada tumbuh kembang anak serta keberlanjutan kearifan masyarakat nelayan di masa depan,” demikian tertulis dalam surat pengaduan tersebut.

Selain itu, aktivitas ekonomi nelayan turut terganggu. Nelayan yang mencari lokan, memancing, menebar jala, maupun membersihkan kapal di sepanjang aliran sungai dan pesisir pantai terpaksa membatasi waktu bekerja karena kekhawatiran akan serangan buaya. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap pendapatan dan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir Air Bangis.

Pokdarling juga menyoroti minimnya papan peringatan permanen serta kurangnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara menghadapi potensi serangan buaya. Ketidakjelasan langkah penanganan dari pihak terkait dinilai menambah rasa cemas warga.
Melalui surat tersebut, Pokdarling Kampung Padang mendesak pemerintah dan instansi berwenang untuk segera melakukan asesmen dan penelitian terkait penyebab meningkatnya kemunculan buaya, menyiapkan solusi penyangga ekonomi masyarakat, serta melakukan intervensi serius agar tidak kembali terjadi korban jiwa.

Beberapa solusi yang diusulkan antara lain pengendalian populasi buaya, penyediaan penangkaran, penetapan zona terbatas, pemasangan papan peringatan permanen, serta pelibatan aktif masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya penanganan.
Pokdarling berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret dan terukur demi menjamin keselamatan warga sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah Air Bangis.(Ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *