Agam  

Polres Agam, Berdiri Tegak Sebagai Garda Kemanusiaan.

Agam, Wartapatroli.com – Di tengah kepungan duka dan derasnya arus banjir bandang yang melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, puluhan personel Polres Agam bersama warga dan instansi terkait berdiri tegak sebagai garda kemanusiaan. Dalam hening yang sesekali pecah oleh suara alat berat dan panggilan relawan, proses evakuasi berlangsung dengan penuh harap, ikhtiar, dan keteguhan hati.

Sejak banjir bandang menerjang, Polres Agam bergerak cepat. Seluruh personel diterjunkan, lengkap dengan perlengkapan pencarian serta penyelamatan. Medan yang berat dipenuhi tumpukan material kayu, lumpur, dan serpihan bangunan menjadi tantangan yang tak mudah. Namun langkah para petugas tak pernah surut. Setiap langkah mereka seperti doa, setiap angkat timbunan material adalah usaha memulihkan kehidupan yang tersaput bencana.

Di lapangan, personel Polres Agam bersinergi dengan TNI, BPBD, Basarnas, dinas terkait, dan masyarakat setempat. Dengan semangat gotong royong, mereka menembus hambatan demi hambatan, mengevakuasi korban, menyisir lokasi rawan, dan memastikan tak ada warga yang terabaikan. Di antara hiruk-pikuk operasi penyelamatan, terlihat wajah-wajah letih namun tetap menyala oleh tekad.

Kapolres Agam AKBP Muari ,S.I.K., M.M., M.H.  menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas tertinggi. Ia mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, serta tak ragu melaporkan setiap kondisi darurat. Proses penyelamatan dan pendataan korban masih berlangsung dinamis, seiring kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil.

Untuk mendukung penanganan cepat, Polres Agam telah mendirikan posko darurat sebagai pusat koordinasi dan pelayanan bagi masyarakat terdampak. Di posko inilah harapan-harapan kecil kembali disulam tempat warga mencari kabar keluarga, relawan bertukar informasi, dan petugas merancang langkah penyelamatan berikutnya.

Di balik setiap tindakan, terpahat kisah kemanusiaan yang menyentuh. Bencana telah menguji, namun kebersamaan dan kepedulian membuat Palembayan tetap berdiri. Di tengah luka, ada kekuatan yang tumbuh: kekuatan untuk bangkit, untuk saling menggenggam, dan untuk terus melanjutkan hidup.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *