Agam — Dunia pendidikan di Kabupaten Agam kembali berduka. Seorang guru dan tiga siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Kayu Pasak meninggal dunia akibat longsor yang melanda Nagari Salareh Aia, Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11).
Kepala SDN 05 Kayu Pasak, Novita Yuliarman, membenarkan adanya empat korban jiwa dari sekolah tersebut. Guru yang meninggal diketahui bernama Monica. Tiga siswa yang turut menjadi korban adalah Nadifil, Aisyah (kelas 3), dan Nabila (kelas 4).
Selain korban meninggal, dua siswa lainnya mengalami luka berat. Riri Andeska tengah menjalani perawatan di RS Yarsi Simpang Empat, Pasaman Barat. Sementara Kezia dirawat intensif di RSUD Lubuk Basung.
Novita mengungkapkan bahwa lebih dari separuh siswa SDN 05 Kayu Pasak berasal dari wilayah Sawah Laweh, kawasan yang rata setelah diterjang banjir bandang. Situasi ini membuat pihak sekolah masih kesulitan memastikan keselamatan seluruh siswa dan guru.
Lebih dari 50 persen siswa kami berasal dari Sawah Laweh. Daerah itu sudah rata dihantam banjir bandang. Kami belum tahu bagaimana keadaan mereka. Semoga banyak yang selamat,” ujarnya dengan nada duka.
Bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Palembayan sejak beberapa hari terakhir telah menambah jumlah korban jiwa di Kabupaten Agam. Hingga kini, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat masih melakukan pencarian dan evakuasi di titik-titik terdampak.
Sementara itu, Ketua KKKS Kecamatan Palembayan, Ilki Wahyudi, S.Pd, mengatakan pihaknya belum memperoleh data valid mengenai jumlah siswa dan guru yang menjadi korban. Hal ini disebabkan jaringan seluler di wilayah terdampak belum pulih sepenuhnya.
Ia menambahkan bahwa Ketua K3S, Febdawansari, telah menginstruksikan proses pendataan, namun hingga saat ini hasilnya belum dapat dipastikan. ( Al Guru)












