Agam  

Sakura Syari’ah Peduli “Sepeda Kecil untuk Senyum Fikri di Tengah Duka Galodo”

Agam,Wartapatroli com, – Di balik puing-puing kesedihan akibat galodo yang melanda Kabupaten Agam, secercah harapan kembali menyala, dari kepedulian seorang Haji Isman Tanjung, Owner Hotel Sakura Syariah Lubuk Basung, kembali menunjukkan kepeduliannya bagi warga terdampak. Kali ini, perhatian itu terwujud dalam sebuah hadiah sederhana namun sarat makna sebuah sepeda kecil untuk Muhammad Fikri (5), bocah yang selamat dari dahsyatnya terjangan air bah di Subarang Aia, Jorong Arikia, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya.

Seperti angin sejuk di tengah hari yang berat, sepeda itu tiba di rumah keluarga Fikri, Kamis (11/12), diantar oleh anggota L.A Community. Penyerahan dilakukan oleh Yoserizal, Hendra Caniago, dan Anizur, serta turut disaksikan Bhabinkamtibmas Nagari Dalko, Aida Yullia Santy. Hadiah itu diterima oleh Afrizal, saudara kembar almarhum ayah Fikri, dengan mata yang tak mampu sepenuhnya menyembunyikan rasa haru.

“Alhamdulillah, kami diberi amanah oleh Haji Isman untuk menyerahkan sepeda ini kepada Fikri. Beliau sangat peduli, terutama kepada anak-anak yang tengah berjuang memulihkan diri dari trauma,” ujar Yoserizal saat dikonfirmasi Eartapatroli.com Kamis (11/12) dengan nada yang lembut, seolah menenangkan suasana yang masih dipenuhi duka.

Harapan sederhana pun disampaikan:
“Mudah-mudahan sepeda ini bisa membuat Fikri tersenyum lagi, meski hanya sedikit menghapus pilu yang ia rasakan.”

Afrizal, mewakili keluarga, tak mampu menyembunyikan rasa terima kasihnya.
“Kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada Haji Isman. Bantuan ini bukan hanya berarti bagi Fikri, tapi juga bagi kami yang tengah mencoba bangkit dari musibah ini,” ucapnya.

Ia juga memberikan penghargaan setulus hati kepada L.A Community dan pihak kepolisian yang telah mengantar bantuan itu sampai ke pelukan keluarga kecil tersebut.
“Semoga segala kebaikan ini dibalas oleh Allah,” tutup Afrizal.

Di tengah reruntuhan dan air mata, sebuah sepeda kecil itu kini berdiri sebagai simbol bahwa kebaikan masih tumbuh, bahwa di antara luka yang menganga, masih ada yang datang membawa harapan meski dengan dua roda dan senyuman yang pelan-pelan kembali terbit.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *