Agam  

Diskominfo Agam : “Pemulihan Akses Komunikasi Dan Internet Menjadi Prioritas Utama.”

Agam, Wartapatroli.com, – Di tengah hamparan lumpur yang belum kering dan bebatuan besar yang masih berserak di sepanjang jalur terdampak bencana, langkah para personel Diskominfo Agam tak pernah surut. Medan berat dan ekstrem bukanlah alasan untuk berhenti. Demi memulihkan denyut komunikasi warga di empat kecamatan terdampak bencana Palembayan, Malalak, Tanjung Raya, dan Palupuah mereka terus bergerak, menembus sunyi yang ditinggalkan banjir bandang.

Hingga kini, sedikitnya 14 titik perangkat Starlink telah tegak berdiri, menjadi jembatan informasi sekaligus harapan baru bagi masyarakat yang beberapa pekan terakhir hidup dalam keterbatasan akses komunikasi. Setiap perangkat yang menyala ibarat lentera digital yang menerangi kembali ruang-ruang kehidupan warga.

Pada Jumat (12/12), tim IT Diskominfo Agam kembali turun ke lapangan. Mereka terbagi dalam dua kelompok, menyasar wilayah Tanjung Raya dan Malalak. Di Malalak Timur satu dari titik luka terdalam bencana 27 November lalu mereka memasang perangkat Starlink di kantor walinagari.

Yudi, salah satu personel tim IT, menuturkan perjalanan mereka kali ini bukan sekadar tugas teknis, melainkan perjuangan. Jalan yang dipenuhi lumpur kental, kerikil licin, hingga aliran sungai yang dipenuhi batu besar mereka lalui dengan penuh kewaspadaan. Mobil armada komunikasi mereka berkali-kali harus menembus jalur yang oleh warga setempat disebut sebagai “urat nadi yang patah.”

“Medannya cukup ekstrem. Kita harus ekstra hati-hati melewati kawasan ini,” ujar Yudi, sesaat setelah peralatan berhasil dipasang dan sinyal internet kembali menyala di Malalak Timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Agam, Roza Syafridianti, menyampaikan bahwa pemulihan akses komunikasi bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan kebutuhan mendesak bagi warga. Informasi adalah pegangan, dan komunikasi adalah harapan dua hal yang harus berdiri kembali lebih cepat dari bangunan fisik yang hancur.

“Pemulihan akses komunikasi dan internet menjadi prioritas utama. Mudah-mudahan seluruh wilayah terdampak segera pulih, karena komunikasi sangat penting bagi warga, terutama terkait informasi penanganan bencana dan langkah-langkah pemerintah,” tegasnya.

Di tengah sisa-sisa bencana yang masih terasa, upaya ini menjadi wujud nyata bahwa harapan tak pernah benar-benar padam. Setiap perangkat yang terpasang bukan sekadar alat, tetapi simbol kepedulian bahwa di balik reruntuhan, selalu ada tangan-tangan yang bekerja untuk kembali menyambungkan warga dengan dunia.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *