Agam  

Jejak Luka Pada Denyut Pelayanan Kesehatan Di Kabupaten Agam,

Agam, Wartspatroli.com
Hujan yang turun tanpa jeda, disertai luapan air dan lumpur, meninggalkan jejak luka pada denyut pelayanan kesehatan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bencana Hidrometeorologi yang melanda sejumlah Kecamatan di Agam, tak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menggerus Fasilitas Kesehatan yang selama ini menjadi tumpuan harapan masyarakat.

Berdasarkan data sementara Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Agam, kerusakan pada fasilitas kesehatan ditaksir mencapai nilai kerugian sekitar Rp 420 juta. Angka itu menjadi penanda betapa alam, dalam murkanya, turut menguji ketahanan layanan dasar bagi warga.

Saat dikonfirmasi Wartapatrolu.com, Selasa (16/12) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti, menyampaikan bahwa kerusakan terjadi pada fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas hingga pos kesehatan nagari, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, dari ringan hingga berat.

“Dari pendataan sementara, terdapat lima fasilitas kesehatan yang terdampak bencana hidrometeorologi. Kerusakan paling berat terjadi pada Pustu Sungai Taleh di Kecamatan Palembayan, dengan estimasi kerugian mencapai Rp 350 juta,” ujar Roza, menegaskan

Ia merinci, kerusakan ringan dialami Poskesri Ganting di Kecamatan Ampek Nagari dengan estimasi kerugian sekitar Rp 5 juta, serta Pustu Anak Aia Kasiang di kecamatan yang sama dengan nilai kerugian serupa. Sementara itu, Puskesmas Maninjau di Kecamatan Tanjung Raya turut terdampak dengan estimasi kerugian mencapai Rp 50 juta.

Kerusakan ringan juga dilaporkan terjadi di Puskesmas Muaro Putuih, Kecamatan Tanjung Mutiara, dengan nilai kerugian sekitar Rp 10 juta.

Menurut Roza, genangan air, lumpur, serta erosi menjadi penyebab utama kerusakan, merambah hingga ke struktur bangunan, pondasi, dan ruang-ruang pelayanan yang biasanya menjadi tempat warga menggantungkan harapan akan kesembuhan.

“Pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan koordinasi lintas perangkat daerah agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan, meskipun sejumlah fasilitas mengalami kerusakan,” tuturnya.

Di tengah keterbatasan, upaya pemulihan terus diikhtiarkan. Roza menegaskan bahwa data kerusakan tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui seiring hasil verifikasi lanjutan di lapangan.

“Setiap perkembangan dan tambahan data akan kami sampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

Di tengah bencana, pemerintah dan masyarakat Agam terus berdiri berdampingan merawat harapan, memulihkan yang retak, dan memastikan layanan kesehatan tetap menyala sebagai cahaya di masa darurat.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *