Agam, Wartapatroli.com — Malam kembali menjadi saksi duka di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya. Sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa (16/12), banjir bandang susulan datang tanpa ampun, menyusuri aliran Sungai Batang Kumayo yang meluap setelah hujan deras mengguyur hamparan Tanjung Raya tanpa jeda sejak siang hari.
Gemuruh air terdengar lebih dulu seperti isyarat alam yang mengabarkan bahaya. Arus coklat pekat membawa batu-batu besar dan material longsoran meluncur deras, merangsek ke permukiman warga. Dalam hitungan menit, dua unit rumah warga tak kuasa bertahan, terseret dan hanyut bersama amukan sungai.
Seorang warga setempat, Ramlan (56) yang ditemui Wartapatroli.com menuturkan, suasana malam itu mencekam. Bunyi hantaman air bercampur batu menciptakan kepanikan, memaksa warga berlarian menjauh dari bantaran sungai demi menyelamatkan diri.
Jorong Labuah bukanlah nama baru dalam daftar luka bencana. Kawasan ini termasuk wilayah yang terdampak parah akibat banjir bandang sebelumnya, menyusul curah hujan ekstrem selama sepekan di akhir November lalu. Pada Jumat–Sabtu (28–29/11), luapan sungai merusak banyak rumah dan meninggalkan trauma yang belum sepenuhnya pulih.
Banjir bandang susulan tersebut dibenarkan Evi Yulindra, Tim Penanggulanan Bencana kecamatan Tanjung Raya, yang terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
“Curah hujan yang masih tinggi kembali memicu luapan sungai. Beberapa rumah yang sebelumnya selamat kini ikut terdampak,” ujarnya saat dikonfirmasi Selasa malam.
Ia menambahkan, seluruh warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai telah diimbau untuk menjauh dari lokasi rawan. Tim gabungan bersama masyarakat kini bersiaga di sejumlah titik, mengantisipasi kemungkinan terburuk demi keselamatan warga.
Di tengah gelap dan dingin malam, Sungai Batang kembali menunjukkan wajah liarnya meninggalkan puing, kehilangan, dan doa-doa yang terucap lirih dari tepian kampung yang belum sepenuhnya pulih.(Bagindo)












