Agam, Wartapatroli.com – Di tengah jejak luka yang masih membekas akibat bencana hidrometeorologi, uluran kepedulian kembali hadir menyapa masyarakat Kabupaten Agam. Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, S.E., M.Com., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam kepada Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) atas bantuan kemanusiaan yang disalurkan kepada warga terdampak, Rabu (17/12).
Ucapan tersebut disampaikan di Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Padang Koto Gadang, Nagari Salareh Aia Utara, saat Wakil Bupati Agam didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd. Lutfi AR, S.H., M.Si. Di lokasi itu, harapan dan keprihatinan berpadu, menjadi saksi bisu perjuangan warga bangkit dari keterpurukan.
Muhammad Iqbal menilai kehadiran GAPASDAP bukan sekadar membawa bantuan logistik, melainkan juga menghadirkan empati dan penguatan batin bagi masyarakat yang tengah diuji. Di tengah kehilangan dan keterbatasan, kepedulian tersebut menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri.
“Di masa-masa sulit seperti ini, kehadiran dan kepedulian menjadi sangat berarti. Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada GAPASDAP atas bantuan dan perhatian yang tulus,” ujar Iqbal kepada Kepala Cabang GAPASDAP Tanjung Api-Api Palembang, Edos Warsito.
Ia menambahkan, bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menguji ketahanan sosial dan kemanusiaan. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.
Pemerintah Kabupaten Agam, lanjutnya, berkomitmen menyalurkan seluruh bantuan yang diterima secara transparan dan tepat sasaran melalui posko-posko bencana, agar benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan.
Adapun bantuan yang disalurkan GAPASDAP meliputi bantal dacron, kasur lipat dan kasur gulung, selimut, tikar, terpal, tandon air berkapasitas 520 liter dan 800 liter lengkap dengan stop kran, tabung LPG 3 kilogram beserta kompor, regulator dan selang, rice cooker, panci berdiameter besar, gerobak arco, genset, lampu tenaga surya, sekop, mesin chainsaw, perlengkapan filter air, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.
Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya menopang kebutuhan dasar warga terdampak, tetapi juga membantu proses pembersihan dan pemulihan lingkungan yang rusak akibat bencana.
Aksi kemanusiaan GAPASDAP menjadi pengingat bahwa di balik duka dan kehancuran, nilai gotong royong dan kepedulian masih hidup dan menyala. Dari kepedihan yang tersisa, harapan perlahan dirajut kembali menjadi kekuatan bagi masyarakat Agam untuk bangkit dan menatap hari esok dengan lebih tabah. (Bagindo)












