Agam, Wartapatroli.com – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, lajur Tiku–Pasaman Barat, tepatnya di tikungan Pandam, Jorong Pasar Durian, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Rabu (28/1) sekitar pukul 19.30 WIB, merenggut tiga nyawa.
Peristiwa na’as tersebut melibatkan tiga kendaraan, yakni satu unit truk canter, satu truk fuso, dan satu kendaraan lainnya. Tiga korban meninggal merupakan penumpang truk canter, dua di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di IGD RSUD Lubuk Basung.
Menurut informasi yang dihimpun Wartapatroli.com dari warga sekitar, kecelakaan maut terjadi bermula saat truk canter yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Manggopoh menuju tanjung mutiara diduga karena kehilangan kendali di tikungan. Kendaraan tersebut kemudian menghantam truk fuso yang sedang terparkir di bahu jalan.
Diduga akibat melaju dengan kecepatan tinggi, sopir truk canter tidak mampu menghindari tabrakan. Benturan keras yang menyebabkan bagian depan truk canter ringsek parah hingga berlipat, mengakibatkan sopir dan dua penumpang lainnya terjepit di dalam kabin.
“Seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke IGD RSUD Lubuk Basung. Saat ini petugas masih melakukan identifikasi lapangan,” ujar Wakapolsek Lubuk Basung, Ipda Riqoel Sikumbang, saat dikonfirmasi Wartapatroli.com melalui sambungan telepon, Rabu (28/1) malam.
Ia menambahkan, kecelakaan maut tersebut mengakibatkan tiga penumpang truk canter meninggal dunia, dua tewas di tempat kejadian dan satu meninggal di rumah sakit. Hingga kini, petugas Satuan Lalu Lintas Polres Agam bersama unsur terkait masih melakukan olah tempat kejadian perkara serta merangkum kronologis lengkap kecelakaan guna penyelidikan lebih lanjut.
Belajar dari beberapa rangkain kejadian kecelakaan lalu lintas yang berakibat fatal, wakapolsek lubuk Basung, Ipda Riqul Sikumbang, menghimbau kepada setiap engendara agar selalu hati hati dan tidak mengendari kendaraan dalam kecepatan tinggi dan kondisi Lalah atau mengantuk, karna siapapun kita dan dari atau kemanapun kita ada keluarga kita yang berharap keselamatan dan kehadiran kita untuk pulang kerumah ”Pungkasnya.(Bagindo)












