Agam, Wartapatroli.com – Bak kata pepatah dimana ada gula disana tempa bersarangnya semut, dimana ada uang rakyat atau bantuan disanalah tempat bersarangnya oknum oknum yang tidak bertanggung jawab yang siap menggerogoti hak rakyat tersebut untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.
Hal ini diisukan terjadi pada Proses pendataan dan penyaluran bantuan pascabencana di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, yang dewasa ini memicu sorotan tajam masyarakat yang berpotensi pada kasus dugaan penyalah gunaan wewenang serta penyelewengan penetapan penerima bantuan pasca bencana.
Kini sejumlah warga mempertanyakan transparansi Pemerintah Nagari terkait kolusi daftar penerima bantuan bencana. Sorotan muncul setelah beredarnya data yang diduga memuat beberapa nama yang tidak berhak menerima namun dipaksakan karena memiliki hubungan kekerabatan dengan Wali Nagari Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi.
Akibatnya warga meminta penjelasan resmi mengenai dasar dan kriteria penetapan penerima bantuan tersebut sebagai mana mestinya.
Berdasarkan keterangan warga, kerusakan akibat bencana yang terjadi di wilayah tersebut disebut hanya berdampak pada satu unit rumah. Namun, dalam daftar penerima bantuan, tercatat beberapa nama lain yang dinilai perlu diverifikasi kembali, khususnya terkait domisili serta status terdampak bencana.
Salah seorang warga yang enggan identitasnya dipublikasikan menyatakan, masyarakat hanya menginginkan keterbukaan informasi agar tidak menimbulkan polemik.
Warga menilai, jika penetapan penerima bantuan telah sesuai aturan, maka tidak akan menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
Dari dokumen yang diterima Wartapatroli.com, tercatat satu penerima bantuan hunian sementara (huntara), sementara beberapa nama lainnya masuk dalam daftar penerima Dana Tunggu Hunian (DTH).
Meski demikian, keabsahan data tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak berwenang untuk memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan pengelolaan dana bantuan yang disebut berasal dari owner sakura syariah H Isman Tanjung.
Warga berharap penggunaan dana tersebut dapat dijelaskan secara transparan guna menghindari kesalah pahaman selama proses pemulihan pasca bencana berlangsung.
Warga meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait melakukan verifikasi serta evaluasi terhadap pendataan penerima bantuan agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, Wali Nagari Salareh Aia Timur belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi. Pihak media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi guna menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan.(Bagindo)












