Agam, Wartapatroli.com — Nuansa duka seakan menaungi langit Kabupaten Agam, setelah kepergian seorang putra terbaik almarhum legendaris Yus Dt Parpatiah Nan Sabatang, kita duka itu kembali tertorehkan atas berpulangnya seorang staf terbaik di jajaran Pemda agam.
Dimana kehilangan tak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh segenap jajaran pemerintahan yang pernah merasakan hangatnya dedikasi seorang abdi negera.
Bupati Agam, Ir H Benni Warlis, MM Dt Tan Batuah tampak hadir dengan wajah penuh haru saat melayat ke rumah duka almarhumah Fitri Anita Ekawati, yang akrab disapa Eka, di Parik Rantang Simpang Banda, Jorong IV, Nagari Garagahan, Rabu (1/4).
Kepergian Eka pada Selasa malam (31/3) pukul 22.10 WIB di kediamannya meninggalkan jejak yang tak mudah terhapus.
Ia bukan sekadar staf di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Agam, tetapi juga sosok yang telah menjadi “suara” dalam berbagai momen penting pemerintahan seorang MC senior yang piawai merangkai kata, menghadirkan wibawa sekaligus kehangatan dalam setiap acara.
Di balik tugasnya, Eka dikenal sebagai pribadi yang ulet dan cekatan. Ia bekerja bukan hanya dengan tanggung jawab, tetapi juga dengan hati.
Dalam diam, ia menunaikan perannya sebagai penghubung antara tata acara dan makna, antara formalitas dan rasa.
Dalam suasana penuh keheningan itu, Bupati Agam menyampaikan belasungkawa mendalam. Baginya, kepergian Eka bukan hanya kehilangan seorang pegawai, tetapi juga hilangnya satu sosok yang telah memberi warna dalam perjalanan pemerintahan daerah.
“Almarhumah adalah pribadi yang penuh dedikasi. Kami sangat kehilangan,” ungkapnya lirih.
Rencananya, almarhumah akan dimakamkan di Cubadak, Jorong Sangkir, Nagari Lubuk Basung tanah yang kelak menjadi peristirahatan terakhir bagi sosok yang semasa hidupnya begitu setia mengabdi.
Kini, suara yang dahulu lantang memandu acara itu telah terdiam.
Namun kenangan tentang ketulusan, kerja keras, dan pengabdian Eka akan tetap hidup mengalun pelan dalam ingatan banyak orang, seperti gema yang tak benar-benar pergi, selamat jalan Eka, semoga sorga Allah menanti mu.(Deni)












