AGAM, Wartapatroli.com – Pengalaman bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Agam pada akhir 2025 menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus memperkuat mitigasi serta menjaga kelestarian lingkungan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman bambu dan pohon produktif di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Rabu.
Kegiatan melibatkan Pemerintah Kabupaten Agam, TNI, Polri, unsur penegak hukum, pemerintah nagari dan masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-1 Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol.
Asisten Administrasi Umum Setda Agam, Syatria, mengatakan penanaman pohon tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar jangka panjang untuk menjaga lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana.
“Ini merupakan bagian dari ikhtiar kita dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari potensi bencana,” kata Syatria.
Menurutnya, pemilihan bambu memiliki alasan ekologis karena tanaman tersebut dinilai dapat membantu memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko erosi.
Namun, manfaat tersebut akan optimal apabila tanaman yang telah ditanam terus dirawat dan dikembangkan.
“Peristiwa yang terjadi di akhir tahun 2025 menjadi pembelajaran bagi kita semua. Karena itu, kesiapsiagaan dan upaya mitigasi harus terus kita lakukan,” ujarnya, menjawab wartapatroli.com Rabu (12/8)
Sementara itu, Dandim 0304/Agam Letkol Inf. Viko Hendrika Sandro menyebut keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus lingkungan.
Ia menegaskan, pemulihan pascabencana tidak semestinya hanya dilakukan setelah bencana terjadi.
Langkah pencegahan dan pengurangan risiko harus dipersiapkan sejak dini untuk menghadapi kemungkinan bencana berikutnya.
“Ini salah satu bentuk wujud hadirnya negara saat masyarakat mendapatkan suatu musibah. Pemerintah, TNI dan Polri bersama-sama untuk memulihkan agar dampak dari bencana tersebut tidak terlalu lama dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Viko menilai penanaman bambu dan pohon produktif merupakan langkah sederhana, namun dapat memberikan manfaat besar apabila dilakukan secara berkelanjutan.
“Apa yang kita laksanakan hari ini adalah hal kecil, tetapi mungkin suatu saat akan banyak berdampak kepada keselamatan masyarakat dan alam kita ke depannya,” tuturnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Agam Akhmal Piliang, jajaran TNI dan Polri, unsur Kejaksaan, pemerintah nagari serta masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial pascabencana.
Penanaman pohon diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama dalam memulihkan lingkungan, memperkuat kawasan rawan bencana serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi.
Dengan demikian, pengalaman bencana hidrometeorologi akhir 2025 tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun ketahanan lingkungan dan masyarakat Kabupaten Agam menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.(Bagindo)












