PASAMAN BARAT, Wartapatroli.com – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia masih terasa kuat di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat.
Selasa (18/8), ratusan warga tumpah ruah mengikuti dan menyaksikan Pawai Karnaval Kemerdekaan yang berlangsung meriah, penuh warna, serta sarat semangat kebersamaan.
Pawai tersebut dibuka langsung oleh Wali Nagari Koto Tuo, Erita Nova, A.Md.Keb, bersama Kapolsubsektor Koto Balingka Aiptu Hendrik dan unsur Babinsa Koramil 07 Air Bangis. Pembukaan berlangsung di Halaman Kantor Wali Nagari Koto Tuo.
Sejak pagi, wajah Nagari Koto Tuo seolah berubah menjadi panggung kecil kemerdekaan.
Anak-anak sekolah hingga masyarakat umum tampil dengan beragam kostum bernuansa merah putih.
Dentuman drum band berpadu dengan sorak warga, mengiringi langkah peserta yang bergerak menyusuri jalan nagari.
Peserta pawai berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, MTsN 6 Pasaman Barat hingga SMAN 1 Koto Balingka. Tidak hanya pelajar, masyarakat dari berbagai jorong juga ikut mengambil bagian dalam perayaan tersebut.
Kepada Wartapatroli.com Selasa (18/8) Sekretaris Nagari Koto Tuo, Yusril, S.E., S.AP., mengaku gembira melihat tingginya antusiasme masyarakat.
“Hari ini saya senang sekali melihat begitu ramainya masyarakat Nagari Koto Tuo yang datang dan mengikuti kegiatan HUT RI ke-81,” ujarnya.
Menurut Yusril, kemeriahan pawai bukan sekadar hiburan tahunan. Di balik kostum, musik dan arak-arakan, terdapat nilai kebersamaan yang ingin terus dirawat di tengah masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah mengikuti pawai dengan penuh semangat.
“Terima kasih kepada masyarakat yang telah mengikuti pawai ini dengan penuh semangat kemerdekaan. Semoga melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan gotong royong semakin tertanam dalam diri kita,” katanya.
Pawai mengambil rute mengelilingi Nagari Koto Tuo, dengan titik awal di Jorong Batas Tarok dan berakhir di Halaman Kantor Wali Nagari Koto Tuo, Air Balam.
Menariknya, kreativitas peserta menjadi warna tersendiri dalam karnaval tahun ini. Ada yang mengenakan pakaian adat, kostum perjuangan, hingga cosplay yang menggambarkan suasana perjuangan masa lalu.
Para siswa juga tampil dengan pakaian merah putih, sementara sejumlah peserta menghias sepeda mereka dengan ornamen bertema kemerdekaan.
Dari Jorong Batas Tarok hingga garis finis, suasana pawai berlangsung semarak. Anak-anak berjalan penuh kegembiraan, para pelajar memainkan drum band, sementara masyarakat berdiri di sepanjang jalan menyaksikan iring-iringan yang melintas.
Bagi masyarakat Koto Tuo, pawai kemerdekaan telah menjadi tradisi yang selalu dinanti setiap tahun. Bukan hanya tentang siapa yang tampil paling meriah, tetapi tentang bagaimana seluruh lapisan masyarakat dapat berkumpul dalam satu suasana: merayakan kemerdekaan bersama.
Salah seorang warga mengaku setiap tahun selalu menyempatkan diri menyaksikan pawai. Bahkan, ia turut membantu mempersiapkan kostum anaknya yang ikut sebagai peserta.
“Tiap tahun pasti lihat pawai. Anak saya juga ikut dari sekolah. Kita bantu buatkan kostum merah putih.
Pengerjaannya sampai tiga hari, tapi senang bisa ikut memeriahkan,” tuturnya.
Warga lainnya menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan masih hidup di tengah masyarakat.
“Senang melihat masyarakat antusias. Masih terasa semangat kemerdekaannya. Desa dihias, masyarakat ikut pawai, semuanya bersama-sama,” katanya.
Sesampainya di titik akhir, perangkat Nagari Koto Tuo juga membagikan kupon undian kepada peserta untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik. Hal itu semakin menambah kegembiraan setelah peserta menyelesaikan perjalanan mengelilingi nagari.
Di bawah kibaran Merah Putih, pawai akhirnya kembali ke halaman kantor wali nagari. Langkah kaki para peserta mungkin berhenti di garis finis, namun pesan dari karnaval itu terasa lebih panjang: bahwa kemerdekaan tidak hanya dikenang melalui upacara, tetapi juga dirayakan melalui kebersamaan, kreativitas dan gotong royong.
Dari Koto Tuo, Merah Putih bukan sekadar warna kostum.
Ia menjadi warna yang menyatukan langkah, dari anak-anak hingga orang dewasa, dalam satu semangat: Indonesia merdeka, masyarakat bersatu. (Ari)












