PAPAMAN BARAT, – Wartapatroli.Com – Di tengah semarak pawai karnaval Nagari Koto Tuo, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, ada pemandangan sederhana namun sarat makna. Polisi, TNI, insan pers, dan masyarakat duduk bersama, berbincang santai sembari menjaga suasana tetap aman dan kondusif.
Pendekatan humanis tersebut dilakukan jajaran Kasubsektor Koto Balingka, Polsek Sungai Beremas, Polres Pasaman Barat, sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kasubsektor Koto Balingka Aiptu Hendrik, bersama Bhabinkamtibmas Nagari Koto Tuo Brigadir Pol Kholis, terlihat berbaur dengan warga. Turut hadir Kanit Binmas Polsek Sungai Beremas Aiptu Masriadi, personel Babinsa Koramil 07 Air Bangis, serta insan pers.
Tidak ada jarak yang terasa. Percakapan berlangsung cair, sesekali diselingi senyum dan tawa. Namun di balik suasana santai itu, terselip pesan penting: keamanan bukan semata-mata tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama.
Dalam dialog tersebut, masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan informasi, keluhan maupun berbagai persoalan yang berkaitan dengan situasi keamanan di lingkungan masing-masing.
Saat dikonfirmasi Wartapatroki.com Selasa (18/8) Aiptu Hendrik mengatakan, sambang dan dialog langsung merupakan salah satu cara efektif bagi kepolisian untuk mengetahui kondisi masyarakat secara lebih dekat.
“Melalui dialog santai seperti ini, kami bisa lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menyerap informasi yang berkembang di lingkungan.
Ini penting sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak harus selalu dalam suasana formal. Justru melalui komunikasi yang sederhana dan terbuka, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat diketahui lebih awal.
Sementara itu, Kanit Binmas Polsek Sungai Beremas Aiptu Masriadi mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Warga diharapkan tidak menutup mata terhadap berbagai aktivitas mencurigakan dan segera berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan sesuatu yang berpotensi mengganggu keamanan.
Ia juga mendorong masyarakat agar kembali menghidupkan semangat ronda malam dan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).
“Partisipasi aktif masyarakat sangat kami harapkan dalam menjaga kamtibmas. Mari kita jaga lingkungan kita bersama,” pungkasnya.
Kehadiran aparat di tengah masyarakat pada momentum pawai karnaval tersebut mendapat respons positif. Bagi warga, pertemuan sederhana itu menjadi ruang untuk membangun rasa saling percaya sekaligus mempererat silaturahmi.
Sebab, keamanan tidak selalu lahir dari suara sirene atau langkah aparat yang tegas. Kadang, ia tumbuh dari sebuah percakapan sederhana, dari tangan yang saling berjabat, dan dari kesediaan untuk duduk bersama.
Melalui sinergi antara Polri, TNI, masyarakat dan insan pers, diharapkan situasi kamtibmas di Kecamatan Koto Balingka tetap aman, nyaman dan kondusif.
Polisi pun menegaskan, kehadirannya di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang siap mendengar, menerima masukan dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat. (Ari)












