Agam, Wartapatroli.com — Merah putih seakan menemukan panggungnya sendiri di tepian Danau Maninjau, Kamis (20/8) ruas jalan di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, berubah menjadi lautan semangat ketika Pawai Alegoris dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar meriah.
Bukan sekadar barisan peserta yang melintas Pawai tersebut menjadi gambaran kecil tentang Indonesia yang beragam warna, beragam usia, beragam kreasi, namun berjalan dalam satu irama satu hati, satu tekad, dan satu semangat untuk mengisi kemerdekaan.
Kegiatan yang menjadi salah satu puncak perayaan HUT RI di Kecamatan Tanjung Raya itu dibuka langsung Ketua Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Tanjung Raya yang juga Koordinator Unit Kecamatan, Suratman, S.Pd., M.M.
Sejak awal kegiatan, antusiasme masyarakat telah terasa, pemerintahan nagari sekeliling Danau Maninjau, tokoh masyarakat, tokoh agama, para guru, hingga peserta didik dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) turut ambil bagian.
Pantauan Waryapatroli.com di lapangan Di sepanjang rute, warga berdiri menyaksikan iring-iringan peserta, senyum, tepuk tangan dan pekik “Merdeka!” berpadu dengan semilir angin Danau Maninjau, menciptakan suasana perayaan yang bukan hanya meriah, tetapi juga sarat makna.
Beragam kostum dan kreasi peserta menjadi daya tarik tersendiri. Setiap penampilan seolah membawa pesan bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan yang harus dikenang, tetapi amanah yang mesti diteruskan melalui pendidikan, persaudaraan, gotong royong dan karya nyata.
Di bawah langit biru yang menaungi perbukitan Maninjau, merah putih berkibar di antara barisan peserta. Anak-anak berjalan dengan wajah penuh kegembiraan, para guru mendampingi dengan bangga, sementara masyarakat memberikan dukungan dari sisi jalan.
Di sanalah kemerdekaan terasa hidup bukan hanya dalam upacara, tetapi dalam kebersamaan.
Saat membuka kegiatan, Suratman menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat kemerdekaan yang masih kita rasakan hingga hari ini. Saya merasa sangat bangga sekaligus terharu melihat kebersamaan yang begitu kokoh di antara kita,” ujarnya.
Menurutnya, Pawai Alegoris tidak semata-mata menjadi ajang hiburan maupun kemeriahan peringatan HUT RI. Lebih jauh, kegiatan tersebut merupakan simbol persatuan seluruh elemen masyarakat.
“Partisipasi anak-anak kita dari SD hingga SLTA menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan akan terus diwariskan dan dijaga oleh generasi penerus,” katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai energi positif untuk mempererat persaudaraan serta bersama-sama membangun nagari.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai awal untuk semakin mempererat tali persaudaraan, bekerja sama memajukan nagari, dan mengisi kemerdekaan dengan karya-karya yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tuturnya.
Pawai berlangsung dalam suasana tertib, aman dan penuh kekompakan. Gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kembali terlihat nyata dalam kegiatan tersebut.
Bagi masyarakat Tanjung Raya, kemerdekaan tidak berhenti pada angka 81 tahun. Ia terus berjalan, tumbuh dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Dan di tepian Danau Maninjau, gema itu kembali terdengar Merdeka bukan sekadar kata.
Merdeka adalah semangat untuk bersatu, berkarya dan menjaga negeri.
Dari Maninjau, merah putih berkibar dari langkah-langkah kecil para peserta, tumbuh harapan besar, Satu hati, satu tekad, mengisi kemerdekaan untuk Indonesia yang terus melangkah maju. (En Tanjung)












