Pasaman Barat, Wartapatroli.com — Dua sekolah kejuruan dari dua provinsi bertetangga, SMKN 1 Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, dan SMKN 1 Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, menjalin silaturahmi melalui kegiatan olahraga persahabatan, Sabtu (26/9). Pagi hingga selesai.
Pertemuan yang berlangsung di kompleks olahraga SMKN 1 Ranah Batahan itu tidak sekadar menghadirkan pertandingan antarpelajar. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan dua keluarga besar sekolah untuk mempererat persaudaraan, membangun komunikasi, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya masing-masing daerah.
Pantauan Wartapatroli.com dilapangan cabang olahraga dipertandingkan dalam ajang Friendly Match tersebut, yakni bola voli putra dan putri, bulu tangkis tunggal dan ganda putra-putri, sepak takraw putra, catur putra-putri, tenis meja putra-putri, serta sepak bola. Pertandingan tidak hanya diikuti siswa, tetapi juga melibatkan guru dan tenaga kependidikan dari kedua sekolah.
Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Barat Wilayah VI Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat yang diwakili Kasi Sekolah Menengah, Rudi Pranata, S.Pd., MM.
Istimewanya pada kesempatan ini Hadir pula Camat Ranah Batahan, Kapolsek Ranah Batahan, serta unsur Muspika Kecamatan Ranah Batahan.
Suasana penyambutan terasa semakin semarak ketika rombongan SMKN 1 Batang Natal disambut dengan penampilan tari Pasamanbahan yang dibawakan para siswi SMKN 1 Ranah Batahan.
Gerak tari yang berpadu dengan keramahan tuan rumah menjadi simbol bahwa olahraga bukan sekadar tentang menang dan kalah. Di balik pertandingan, terdapat ruang untuk saling mengenal, menghargai perbedaan, serta mempertemukan budaya dan persaudaraan dua daerah yang dipisahkan batas administrasi provinsi.
Dalam sambutannya, Rudi Pranata mengapresiasi Kepala SMKN 1 Ranah Batahan, Dr. Cand. Imelda, S.Pd., M.Pd.T., beserta jajaran yang telah menggagas kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala SMKN 1 Batang Natal, Pradana Adi Syahputra, S.Pd., bersama keluarga besar sekolah yang datang berkunjung ke Ranah Batahan.
Menurut Rudi, kegiatan tersebut memiliki nilai lebih dibandingkan sekadar pertandingan olahraga.
“Silaturahmi ini tidak hanya sebatas pertandingan persahabatan.
Ini merupakan inovasi yang dapat menumbuhkan kepercayaan diri siswa, membangun komunikasi antarsiswa dari sekolah yang berbeda, sekaligus membentuk karakter mereka menjadi lebih baik,” ujar Rudi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Barat Wilayah VI.
“Kami mengimbau sekolah-sekolah di wilayah VI dapat meniru kegiatan yang telah dilakukan SMKN 1 Ranah Batahan dan SMKN 1 Batang Natal ini,” katanya, pada Wartaatroli.com Sabtu (26/9).
Tidak hanya berbicara mengenai pendidikan dan olahraga, Rudi juga mengajak keluarga besar SMKN 1 Batang Natal memanfaatkan kesempatan berada di Pasaman Barat untuk mengenal destinasi wisata yang ada di daerah tersebut.
Ia menyebut Pantai Air Bangis dan Pantai Sasak sebagai sejumlah destinasi yang dapat dikunjungi, sekaligus mengajak para tamu untuk mengenal lebih jauh berbagai objek wisata di Sumatera Barat.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Ranah Batahan, Dr. Cand. Imelda, S.Pd., M.Pd.T., menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kunjungan keluarga besar SMKN 1 Batang Natal yang membawa sebanyak 178 orang dalam kegiatan tersebut.
“Kami merasa bangga atas kunjungan ini dan mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar SMKN 1 Batang Natal. Insya Allah kami juga akan berkunjung nantinya ke SMKN 1 Batang Natal,” ungkap Imelda.
Di hadapan para tamu, Imelda juga menceritakan perjalanan SMKN 1 Ranah Batahan dalam menata dan membangun kembali sekolah yang berada di wilayah geografis paling utara Pasaman Barat tersebut.
Ia mengungkapkan, keterbatasan sarana dan prasarana pernah menjadi tantangan besar.
Sejumlah ruang belajar mengalami kerusakan, sementara genangan air dan lumpur kerap mengganggu aktivitas belajar ketika hujan turun.
Namun keterbatasan tersebut, kata Imelda, tidak menyurutkan semangat keluarga besar sekolah untuk terus berbenah.
Dukungan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kemudian membuka jalan bagi pembenahan sekolah.
Pada 2025, SMKN 1 Ranah Batahan memperoleh program revitalisasi yang antara lain digunakan untuk rehabilitasi ruang belajar serta pembangunan sejumlah fasilitas baru, seperti Laboratorium Komputer, Laboratorium IPA, Ruang UKS, Ruang BK dan Ruang OSIS.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pendidikan juga memberikan dukungan berupa peralatan praktik bagi siswa jurusan Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam (TPFL).
Namun perjalanan tersebut kembali diuji ketika bencana galodo pada November 2025 turut berdampak terhadap lingkungan sekolah.
Imelda mengatakan, material longsoran dari kawasan perbukitan menimbun sejumlah bangunan yang baru beberapa bulan selesai dibangun.
Drainase sekolah juga mengalami kerusakan sehingga ancaman genangan kembali muncul ketika hujan turun.
“Sekolah kami berada di kawasan perbukitan dengan tingkat kemiringan mencapai sekitar 30 derajat.
Ketika dilakukan pembangunan Laboratorium Komputer dan Laboratorium IPA, terlebih dahulu dilakukan penataan lahan,” jelasnya.
Laporan mengenai kondisi sekolah dan dokumentasi dampak bencana kemudian disampaikan kepada pemerintah.
Respons tersebut melahirkan kembali dukungan melalui program revitalisasi penanggulangan bencana.
Bantuan itu dimanfaatkan untuk rehabilitasi gedung, penataan lingkungan sekolah, pembangunan drainase, penyediaan air bersih, pembangunan dam penahan tebing atau bronjong, serta penataan halaman menggunakan paving block.
“Alhamdulillah, sekarang sekolah kami sudah mulai tacelak. Lapangan olahraga ini pun sudah bisa dimanfaatkan anak-anak kita untuk kegiatan seperti pertandingan persahabatan ini,” tutur Imelda dengan nada haru.
Apresiasi juga datang dari Kepala SMKN 1 Batang Natal, Pradana Adi Syahputra, S.Pd. Ia mengaku terkesan dengan penyambutan yang dilakukan keluarga besar SMKN 1 Ranah Batahan.
“Kami terharu melihat acara penyambutan yang dilakukan keluarga besar SMKN 1 Ranah Batahan. Kami tidak menyangka acaranya akan berlangsung semeriah ini,” ujarnya.
Pradana mengatakan, semula pihaknya mengira kunjungan tersebut hanya sebatas silaturahmi antar sekolah.
Namun penyambutan yang memadukan olahraga dengan seni dan budaya memberikan kesan tersendiri bagi rombongan SMKN 1 Batang Natal.
“Kegiatan ini akan kami jadikan contoh. Kami juga mengundang keluarga besar SMKN 1 Ranah Batahan untuk datang bersilaturahmi ke SMKN 1 Batang Natal,” katanya.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dan pertandingan berbagai cabang olahraga di Lapangan Olahraga SMKN 1 Ranah Batahan.
Sementara pertandingan sepak bola digelar di Lapangan Bola Jorong Air Talang, Nagari Batahan Selatan, yang lokasinya tidak jauh dari sekolah.
Pertandingan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Sorak dukungan siswa dan guru berpadu dengan semangat para pemain yang berlaga di lapangan.
Hingga pertandingan sepak bola berakhir, SMKN 1 Ranah Batahan berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-2 atas SMKN 1 Batang Natal.
Namun skor akhir bukanlah akhir dari cerita. Sebab, esensi kegiatan tersebut justru terletak pada perjumpaan, persahabatan dan pengalaman yang dibawa pulang oleh masing-masing keluarga besar sekolah.
Pada acara penutupan, kedua kepala sekolah kembali menyampaikan ucapan terima kasih dan harapan agar hubungan yang telah terjalin tidak berhenti pada satu pertandingan.
Imelda bahkan mengusulkan agar kerja sama kedua sekolah dapat dikembangkan ke bentuk pertukaran pelajar, mengingat kedua sekolah memiliki sejumlah kompetensi keahlian yang sama, di antaranya Teknik Audio Video (TAV) serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT).
Usulan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
Dari Ranah Batahan, olahraga menjadi pintu masuk persaudaraan. Tari menjadi bahasa penyambutan. Pendidikan menjadi jembatan.
Dan perbedaan wilayah Sumatera Barat–Sumatera Utara seakan mencair dalam satu semangat belajar, bersahabat dan tumbuh bersama.
Kegiatan kemudian ditutup dengan bersalam-salaman dan foto bersama sebagai simbol persaudaraan dua sekolah kejuruan yang berharap dapat terus menjalin hubungan dalam kegiatan-kegiatan berikutnya. (Adrian Jambak)












