Agam  

Tinggal Menghitung Hari, “Festival Akbar Lagu Minang” 10 Karya Terbaik Era Darwis Siap Menggema di Lubuk Basung

Lubuk Basung, Wartapatroki.com – Hanya dalam hitungan hari, panggung kolosal bertabur seni akan kembali menggetarkan Kabupaten Agam. Festival Menyanyi Lagu Minang 10 Karya Terbaik Era Darwis, sebuah hajatan budaya yang dinantikan para pencinta seni tradisi, siap digelar di pentas outdoor Lapangan Tenis Pemda Agam, Padang Baru, Lubuk Basung.

Pagelaran ini bukan sekadar lomba biasa. Ia adalah napas panjang dari warisan musik Minangkabau, sebuah persembahan untuk mengenang dan merayakan karya-karya emas Era Darwis, seorang maestro yang bukan hanya pencipta lagu Minang standar, tetapi juga budayawan tradisional yang menorehkan tinta tebal dalam perjalanan seni Minang. Melalui melodi yang mendayu, ritme yang bersahaja, dan syair yang menyelam ke dalam rasa, Era Darwis menjadi jembatan antara tradisi dan generasi.

Kini, mahakarya itu dipentaskan kembali oleh para talenta terbaik dalam sebuah festival terbuka untuk umum, menghadirkan kembali memori kolektif yang selama ini hidup dalam ruang-ruang musik Minang.

Hadiah Bergengsi untuk Para Jawara Seni

Ajang ini memperebutkan Tabanas, Piagam, dan Trophy Lepas, sebagai simbol kehormatan bagi mereka yang mampu menaklukkan panggung dengan kualitas vokal dan penghayatan yang memukau. Tidak hanya itu, pemenang juga berkesempatan melakukan rekaman profesional di Studio Pamenan Musik Record pada 30 November 2025 sebuah peluang langka yang dapat menjadi pintu bagi karier seni yang lebih gemilang.

Pentas Seni Bernuansa Khas Minang

Dengan konsep outdoor, pertunjukan ini dirancang menghadirkan atmosfer kolosal yang memadukan keindahan alam, denting musik tradisional, dan semangat masyarakat. Lampu-lampu panggung akan menari bersama alunan saluang dan talempong, sementara para peserta dari berbagai kalangan akan menampilkan interpretasi terbaik dari karya-karya Darwis yang sarat makna.

Para penonton dipastikan akan dibawa menyusuri jejak panjang tradisi, dari nada lirih hingga lengkingan penuh energi, dalam satu malam yang dipersiapkan sebagai pesta budaya terbesar menjelang akhir tahun.

Dukungan Pemda dan Antusias Masyarakat

Festival ini sepenuhnya terbuka untuk masyarakat luas, sebagai upaya memperkuat ruang ekspresi seni lokal serta menegaskan komitmen Pemda Agam dalam menjaga warisan budaya Minangkabau. Antusiasme masyarakat sudah tampak dari berbagai lini, terutama para pecinta lagu Minang yang berharap momen ini menjadi pengingat bahwa seni tradisi tidak pernah padam ia hanya menunggu ruang untuk kembali bersinar.

Kini, seluruh mata tertuju pada Lapangan Tenis Pemda Agam. Dalam beberapa hari ke depan, panggung itu akan berubah menjadi arena harmoni, tempat di mana seni, sejarah, dan kebanggaan Minangkabau berjumpa dalam satu hentakan suara.

Pagelaran Akbar Festival Menyanyi Lagu Minang Era Darwis sebuah persembahan, sebuah penghormatan, sebuah perayaan budaya yang siap menyala.(Hen Tanjung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *