Daerah  

Jalan Utama Putus Diterjang Luapan Bendungan Batang Anai

Padang Pariaman, Wartapatroli.com, – Hujan turun sejak pagi seperti simfoni muram yang tak kunjung usai. Awan-awan pekat menggulung di sepanjang hamparan langit Padang Pariaman, seakan membawa kabar tak baik bagi tanah yang sudah jenuh oleh air. Menjelang siang, tepat sekitar pukul 13.00 WIB, elemen alam yang tak terbendung itu akhirnya menunjukkan amarahnya.

Debit air di Bendungan Batang Anai naik tajam secepat naiknya kecemasan warga hingga meluap dan menerjang apa pun yang menghalangi. Jalan utama yang menghubungkan Korong Sakayan, Nagari Pasie Laweh, dengan Korong Gamaran, Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, tak mampu menahan hantaman. Dalam sekejap, akses vital itu putus total, seperti urat nadi yang terpenggal dari tubuhnya.

Asa warga dua nagari yang saling terhubung selama puluhan tahun itu mendadak menggantung. Jalan yang biasanya riuh oleh suara kendaraan kini berubah menjadi patahan sunyi, dikelilingi arus keruh yang membawa potongan tanah, kayu, dan serpihan kehidupan sehari-hari.

“Air datang tiba-tiba dan langsung menghantam jalan… sekuat apa pun badan jalan itu, akhirnya kalah,” ujar seorang warga yang hanya mampu menatap reruntuhan jalan yang terseret arus, pada Wartapatroli.com, Senin (24/11)

Di tengah kepungan air, masyarakat terpaksa mencari jalur alternatif yang jauh lebih panjang dan berbahaya. Anak sekolah tak bisa pulang, pedagang tak bisa menyeberang, dan petani yang hendak kembali dari ladang hanya bisa berdiri di kejauhan, menatap akses yang dulu begitu akrab kini hilang ditelan derasnya sungai.

Peristiwa ini bukan sekadar bencana alam ia adalah lukisan besar tentang rapuhnya kehidupan di hadapan kekuatan yang lebih besar. Hujan, air, tanah, dan waktu bersekongkol menciptakan sebuah kisah pahit, meninggalkan goresan luka pada dua nagari yang selama ini saling bergantung.

Kini, warga menanti langkah cepat pemerintah Daerah Padang Pariaman, Mereka menunggu jembatan harapan baru dibangun kembali, agar denyut kehidupan di Korong Sakayan dan Korong Gamaran dapat pulih seperti sediakala meski bekas amukan air hari ini masih melekat kuat dalam ingatan mereka.(P’Is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *