Agam, Wartapatroli.com – Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan yang berpadu dengan nuansa seni Minangkabau, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, SE, S.Com, menerima kunjungan Panitia Pelaksana Festival Menyanyi Lagu Minang 10 Karya Terbaik Era Darwis serta Pengurus Rumah Seni Cikal Kreasi Agam, Selasa (25/11), di ruang kerjanya.
Pertemuan yang sarat semangat pelestarian budaya ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dunia seni Minang lubuk basung, di antaranya pencipta lagu Minang legendaris Era Darwis, Owner Pamenan Music Record Dafid IP, serta jajaran Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam. Hadir Sekretaris Disparpora Susila Israyenti, SS M Pd, dan Kabid Pemuda dan Olahraga Nofialdi, S.Pd., M.Pd., yang ikut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
Dalam audiensi itu, Wakil Bupati M. Iqbal menyampaikan apresiasi mendalam dan dukungannya terhadap rencana pelaksanaan festival seni yang mengusung karya-karya emas Darwis, sosok yang telah mewarnai perjalanan musik Minang selama puluhan tahun.
“Kita berharap Rumah Seni Cikal Kreasi Agam mampu membangkitkan kembali animo generasi muda terhadap budaya dan tradisi Minangkabau, yang kini nyaris terkikis oleh derasnya modernisasi digital,” ungkapnya dengan nada optimistis.
Festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, namun sebuah ruang perayaan seni, pewarisan nilai, serta upaya menghidupkan kembali identitas musikal Minangkabau yang selama ini menjadi kebanggaan ranah dan rantau.
Ketua Panitia Pelaksana, Dafid IP, S.Pd., M.Pd., yang juga Produser Pamenan Music Studio, menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan pemerintah daerah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Agam yang telah memberi ruang bagi perkembangan seni dan budaya. Dukungan ini menjadi energi penting bagi kami untuk menyelenggarakan festival yang berkualitas,” ujarnya, saat dikonfirmasi Wartapatroli.com Selasa (25/11)
Festival Menyanyi Lagu Minang 10 Karya Terbaik Era Darwis yang direncanakan 30 November 2025 menjadi momentum kebangkitan kembali seni suara Minangkabau, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat sambil merawat akar budaya.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pelaku seni, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi perkembangan seni tradisi di Kabupaten Agam.(Era Darwis)












