Agam, Wartapatroli.com, – Kabupaten Agam diguyur hujan dan angin kencang sejak 19 November 2025, langit seakan menumpahkan seluruh bebannya ke bumi. Dalam deras yang tak kunjung jeda itu, Kabupaten Agam kembali menanggung ujian alam. Banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang semua datang bergantian, seperti rangkaian nada muram yang mengalun di 14 kecamatan.
Seperti Kecamatan Banuhampu, IV Koto, Tanjung Raya, Palupuh, Palembayan, Lubuk Basung, Malalak, Sungai Pua, hingga Baso masing-masing mencatat kisah kerusakan yang masih terus didata. Rumah-rumah porak poranda, jalan terputus, sawah tenggelam, infrastruktur tercabik-cabik oleh air dan tanah yang bergerak. Angin kencang ikut menambah pilu, merobek atap bangunan dan meruntuhkan pohon yang selama ini menjadi peneduh warga.
Kisah pilu ini ditambah berat dengan Dua Warga Belum Kembali
Di tengah riuh air dan deru tanah, kabar kehilangan dua warga Agam menggantung seperti awan yang tak mau pergi. Dua warga dilaporkan hilang, satu dari Palupuh dan satu lagi dari Lubuk Basung.
Saat dijumpai Wartapatroli.com, Rabu (26/11) Camat Lubuk Basung yang akrap disapa Ricky menyampaikan, “Kami kerahkan semua unsur. Pencarian dilanjutkan besok pagi.” Harapan masih menyala, meski malam turun bersama kecemasan.
Tim Gabungan Bergerak Tanpa Henti
Tim BPBD, TNI/Polri, relawan, serta pemerintah kabupaten Agam bekerja tanpa jeda mengevakuasi warga, membuka akses yang tertutup material longsor, menyalurkan bantuan darurat, dan menilai kebutuhan logistik di lapangan dari titik ke titik.
Kecamatan Malalak, tim khusus dikerahkan menembus dingin dan kabut untuk menangani galodo yang melanda daerah itu. Setiap langkah mereka adalah upaya menegakkan kembali rasa aman bagi ribuan warga yang terdampak bencana.
Seruan Waspada di Tengah Gemuruh Alam
Pemerintah Daerah Kabupaten Agam mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Di bawah langit kelabu dan tanah yang masih labil, keselamatan adalah yang utama.
Semoga badai segera lelah, air kembali jernih, dan warga Agam tetap kuat karena di balik setiap bencana, selalu ada harapan yang tak pernah padam.(Bagindo)












