Agam, Wartapatroli.com – Sejak 19 November 2025, Kabupaten Agam seolah memasuki babak paling kelam dalam sejarah bencana hidrometeorologi di ranah Minang. Hujan yang turun tanpa jeda, seakan menumpahkan seluruh isian langit, yang memicu rangkaian banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang yang menyapu beberapa kecamatan di Agam. Alam bergemuruh, dan Agam pun berduka.
Hingga Rabu malam, 3 Desember 2025 pukul 20.00 WIB, Pemerintah Kabupaten Agam merilis angka yang membuat dada kian sesak : 169 warga Meninggal Dunia, sementara 86 lainnya masih hilang, belum ditemukan sejak terjangan air dan material dari perbukitan meruntuhkan apa saja yang dilewatinya.
Lebih dari 12.800 jiwa mengungsi, meninggalkan rumah yang tak lagi utuh, tak lagi aman, atau bahkan tak lagi ada.
Secara kalkulasi kerugian fisik pun membentang panjang :
– 35 warga luka-luka
– 406 rumah rusak ringan, 188 rusak sedang, dan 465 rusak berat
– 216 jembatan rusak, 372 titik jalan terdampak, serta 17 rumah ibadah dan 112 fasilitas pendidikan tak luput dari terjangan bencana
Sektor pertanian yang merupakan urat nadi sebagian besar masyarakat Agam juga porak-poranda. Lebih dari 1.659 hektare lahan pertanian rusak, 3.848 ternak hilang, serta 3 irigasi dan 9 jalan usaha tani ikut lumpuh. Enam pelaku usaha turut menjadi korban langsung dari kerusakan ini.
Di tengah kepiluan, pemerintah daerah kabupaten Agam berupaya berdiri paling depan. Kepala Dinas Kominfo Agam, Roza Syafdefianti, menegaskan bahwa seluruh data yang dirilis merupakan hasil verifikasi lapangan yang terus diperbaharui tim gabungan.
“Ini adalah bencana dengan dampak terluas dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah daerah terus bekerja siang dan malam, memastikan pencarian korban hilang tak berhenti, dan bantuan sampai ke tangan warga,” ujarnya,saat ditemui Wartapatroli.com Rabu (3/12).
Roza mengimbau masyarakat yang tergerak membantu agar menyalurkan donasi melalui jalur resmi pemerintah.
“Kami menyediakan rekening donasi dan QRIS terintegrasi agar bantuan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Solidaritas masyarakat menjadi penguat bagi warga Agam di masa yang amat berat ini,” tambahnya.
Untuk memusatkan koordinasi penanganan, Pemerintah Kabupaten Agam membuka posko utama di:
– Kantor BPBD Kabupaten Agam
– Balerong Rumah Dinas Bupati Agam
– Seluruh kantor camat di wilayah terdampak
Dari lembah hingga lereng perbukitan, dari jorong ke nagari, Agam kini bergerak serempak. Di tengah kepedihan yang masih mengambang di udara, semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan klasik masyarakat Minangkabau: bahwa setiap luka dapat diringankan bersama, setiap duka dapat dipikul beramai-ramai.
Bencana mungkin merenggut banyak hal, namun keteguhan hati orang Agam untuk bangkit itulah yang tetap menyala.(Bagindo)












