Agam  

Agam Dalam Duka : Bencana Hidrometeorologi Timbulkan Darurat Kemanusiaan Besar

Agam, Wartapatroli.com – Langit Agam kembali menorehkan duka. Jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda sejak 19 November 2025 terus bertambah. Hingga Kamis (4/12) pukul 20.00 WIB, 171 jiwa telah berpulang, dengan 31 di antaranya belum teridentifikasi, sementara 85 warga lainnya masih dalam pencarian.

Laporan terbaru dari Posko Penanggulangan Bencana Kabupaten Agam menggambarkan betapa dahsyatnya bencana bertubi-tubi yang menyerang 16 kecamatan. Hujan ekstrem yang tak mengenal jeda memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang yang menghantam pemukiman dan fasilitas publik.

“Ini bukan bencana kecil. Ini darurat kemanusiaan besar. Dampaknya merata di hampir seluruh kecamatan, dan angka korbannya terus bergerak,” ungkap Kepala Dinas Kominfo Agam, Roza Syafdefianti, saat dikonfirmasi Wartapatroli.com Kamis (4/12) malam.

21 Ribu Lebih Warga Terdampak

Dalam catatan resmi, 21.523 warga terdampak, sementara 11.624 jiwa terpaksa mengungsi ke berbagai posko yang tersebar di wilayah aman. Sebanyak 33 warga masih dirawat akibat luka-luka, sebagian dengan kondisi cukup serius.

Kerusakan Infrastruktur Menganga

Derita masyarakat Agam kian dalam dengan terdata:

404 rumah rusak total

721 rumah rusak sedang

252 rumah rusak berat

26 jembatan rusak

110 titik jalan rusak (9 titik telah ditangani)

37 tempat ibadah terdampak

108 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan

Sementara di sektor pertanian dan peternakan, kerugian tak kalah besar:
1.754,11 hektare lahan rusak, 4.894 ekor ternak mati, dan 6 pelaku usaha terdampak langsung.

Perhitungan sementara menempatkan total kerugian mencapai Rp 626.074.063.800.

Akses Terputus, Pencarian Berkejaran dengan Waktu

Menurut Roza, aparat gabungan masih berjibaku menembus jalur yang tertimbun material longsor dan membuka akses ke nagari yang terisolasi. Upaya pencarian terhadap puluhan warga hilang terus berlangsung dibawah cuaca yang sulit diprediksi.

“Distribusi logistik saat ini dipusatkan pada wilayah yang sulit dijangkau. Kebutuhan mendesak meliputi pangan, air bersih, obat-obatan, dan hunian darurat,” ujarnya.

16 Kecamatan Terdampak, Derita Merata

Kecamatan Tanjung Raya, Malalak, Palembayan, Tilatang Kamang, dan Baso tercatat sebagai wilayah dengan dampak terberat. Banjir bandang yang meluluhlantakkan lembah dan longsor yang memutus akses membuat beberapa titik masih belum dapat didatangi tim penyelamat.

Seruan Kemanusiaan: Salurkan Bantuan Melalui Kanal Resmi

Di tengah kondisi kritis ini, Pemkab Agam membuka saluran donasi resmi melalui Bank Nagari atas nama Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Agam. Pemerintah mengimbau masyarakat luas menyalurkan kepedulian melalui rekening resmi agar tepat sasaran dan terkoordinasi.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *