Agam, Wartapatroli.com, – Hujan lebat yang turun tanpa jeda kembali menorehkan luka di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Sejak Selasa sore, air bah perlahan naik, lalu berubah menjadi banjir besar yang merendam Muaro Kandang beserta sejumlah titik rawan lainnya.
Ruas Jalan Lintas Sumatera di Muaro Kandang kembali tak berdaya. Genangan air setinggi lebih dari satu meter menutup badan jalan, memutus urat nadi transportasi antarwilayah.
Ratusan kendaraan dari mobil pribadi hingga angkutan umum terpaksa berhenti dan bertahan berjam-jam, menunggu air surut. Hanya truk-truk besar dengan keberanian dan tenaga mesin yang mampu menembus arus banjir yang mengganas.
Tak hanya jalan raya, air juga merangsek ke pemukiman warga.
Di Anak Aia Kasiang, Bawan, hingga kompleks AMP III Patok 19 wilayah yang telah akrab dengan bencana banjir kembali merendam ratusan rumah penduduk. Air masuk ke halaman, ruang tamu, bahkan dapur, memaksa warga berjaga dalam kecemasan.
Kondisi darurat itu dibenarkan oleh Kabid Komunikasi dan Informasi Publik Diskominfo Agam, Eki Marlinda, yang menyebut banjir mulai naik sejak Selasa sore dan terus bertambah hingga malam hari.
“Kami menghimbau masyarakat untuk menahan diri dan tetap waspada. Debit air masih terus meningkat seiring curah hujan yang masih tinggi,” ujarnya.
Bencana tak berhenti pada banjir semata.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Agam juga memicu longsor susulan di sejumlah kecamatan, menambah daftar panjang ancaman bagi keselamatan warga.
Malam pun turun di Palembayan dengan kegelisahan yang menggantung.
Di bawah langit kelabu dan suara hujan yang tak kunjung reda, masyarakat kembali berharap: semoga air segera surut, dan duka tak kembali bertambah.(Bagindo)












