Agam, Wartapatroli.com —
Di bawah kubah Masjid Nurul Falah, Padang Baru, Lubuk Basung, Jum’at (2/1), sebuah amanah besar kembali diserahkan kepada waktu. Dalam suasana yang teduh dan bersahaja, Andri, ST, MT resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam oleh Bupati Agam, Benni Warlis.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat, tanpa gegap gempita. Tak ada sorak kemenangan, hanya lantunan doa dan kesunyian yang terasa sarat makna.
Seolah ruang ibadah itu menjadi saksi bahwa jabatan bukanlah puncak kemegahan, melainkan awal dari beban moral yang panjang tentang masa depan generasi dan martabat pendidikan di ranah Agam.
Pasca pelantikan, berbagai kalangan dan tokoh masyarakat menautkan harapan yang selama ini tersimpan dalam diam. Harapan agar dunia pendidikan Agam tidak lagi berjalan sekadar dalam barisan administrasi, tetapi berani melangkah menuju wajah yang lebih manusiawi, berkarakter, dan berkeadilan.
Di tengah tantangan yang tak ringan mulai dari ketimpangan akses pendidikan, keterbatasan sarana prasarana, hingga persoalan pembentukan karakter generasi muda nama Andri kini menjadi tempat berlabuhnya doa dan ekspektasi.
Masyarakat berharap, kepemimpinannya kelak tidak hanya terukur lewat kebijakan, tetapi juga melalui kepekaan, keteladanan, dan nurani.
Bupati Agam, Benni Warlis, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama peradaban daerah. Pendidikan, ujarnya, tidak cukup hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menumbuhkan budi pekerti serta menjaga jati diri kebudayaan lokal agar tetap berakar di tengah arus zaman.
Pelantikan yang digelar di rumah ibadah itu seakan menjadi simbol tersendiri.
Bahwa pendidikan adalah jalan sunyi jalan panjang yang menuntut kejujuran, ketekunan, dan keikhlasan. Di sanalah doa-doa dipanjatkan secara diam-diam, agar perubahan yang dinanti tidak berhenti sebagai janji, tetapi benar-benar menjelma menjadi tindakan nyata.
Seorang tokoh muda Lubuk Basung, yang meminta identitasnya dirahasiakan, kepada Wartapatroli.com Jumat (2/1) menyampaikan keyakinannya.
“Kami percaya, dengan sikap jujur, amanah, religius, dan kesederhanaan yang dimiliki Andri, ST, MT, dunia pendidikan Agam bisa dibawa ke arah yang jauh lebih baik dan mampu bersaing di segala lini,” ujarnya.
Kini, waktu akan menjadi saksi, di pundak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang baru, masyarakat Agam menitipkan satu harapan sederhana namun mendalam: semoga pendidikan di ranah ini tumbuh lebih adil, lebih bermakna, dan lebih memanusiakan anak-anak negeri.(Bagindo)












