Agam, Wartapatroli.com – Setelah melalui proses seleksi yang panjang Pemerintah Daerah Kabupaten Agam lakukan reusafel kabinet dalam birokrasi dengan melantik 5 (Lima) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Masjid Agung Nurul Falah, Lubuk Basung, Jum’at (2/1) hasil seleksi terbuka yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal.
Pada kesempatan ini Lima Pejabat tinggi yang resmi mengemban amanah baru tersebut antara lain Ekko Espito sebagai Sekretaris (Sekwan-red) DPRD Kabupaten Agam, Egie Pratama Mulya sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (Bekauda-red), Andri sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Khasman Zaini sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, serta Jafrizal sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Dalam prosesi yang berlangsung khidmat, Wakil Bupati Agam juga melantik sebanyak 85 kepala sekolah dasar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya penataan dan penguatan sektor pendidikan, sekaligus memastikan keberlanjutan kepemimpinan di satuan pendidikan dasar.
Masjid Agung Nurul Falah pagi itu menjadi saksi bisu sebuah peralihan tanggung jawab. Di bawah kubah yang teduh, sumpah jabatan dilafalkan dengan penuh kesadaran, mengikat janji antara pengabdian, amanah, dan kepentingan masyarakat Agam yang lebih luas.
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal dalam kesempatan itu menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan kepekaan sosial dalam menjalankan tugas. Menurutnya, jabatan bukan sekadar posisi administratif, melainkan ladang pengabdian yang akan selalu diuji oleh waktu dan kepercayaan publik.
Pelantikan ini menandai babak baru dalam perjalanan birokrasi Kabupaten Agam. Di tengah dinamika pembangunan dan tantangan daerah, para pejabat yang dilantik diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan, bekerja dengan hati, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan bermartabat.
Di akhir prosesi, gema doa mengalun lirih, seolah mengiringi langkah para pemegang amanah baru. Dari ruang suci itu, harapan kembali dititipkan agar birokrasi Agam tidak hanya berjalan, tetapi juga berjiwa, menyatu dengan denyut masyarakat yang dilayaninya.(Bagindo)












