Agam  

Jalur Lintas Lubuk Basung–Bukittinggi Kembali Dibuka, Maninjau Masih dalam Bayang Galodo

Agam, Wartapatroli.com –  Setelah beberapa hari terputus akibat timbunan material banjir bandang, jalur lintas provinsi Lubuk Basung–Bukittinggi di kawasan Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, akhirnya kembali dapat dilalui.

Sejak Sabtu (3/1) sore sekitar pukul 16.00 WIB, akses vital tersebut dibuka dengan sistem buka-tutup, menandai berakhirnya kelumpuhan sementara urat nadi transportasi Sumatera Barat bagian barat.

Pembukaan jalur dilakukan usai petugas gabungan bersama BPBD Kabupaten Agam merampungkan pembersihan material galodo yang menutup badan jalan. Tiga unit alat berat dikerahkan dan bekerja tanpa henti sejak Jumat malam, menyingkirkan lumpur pekat, batang kayu, serta bebatuan besar yang sebelumnya turun dari perbukitan Maninjau bersama amukan air.

Pantauan di lokasi menunjukkan kendaraan roda dua dan roda empat mulai melintas, meski arus lalu lintas masih dibatasi dan diberlakukan secara bergantian. Jalan yang sempat menjadi jalur sunyi kini kembali berdenyut, meski dengan kehati-hatian tinggi.
Hingga Sabtu sore, belum terpantau adanya galodo susulan di kawasan Pasa Maninjau dan sekitarnya.

Alat berat masih disiagakan untuk membersihkan sisa material sekaligus menormalisasi alur Sungai Batang Muaro Pisang, sungai yang beberapa hari terakhir menjadi sumber kecemasan warga.
“Sampai sore ini tidak ada lagi galodo. Alat berat masih bekerja membersihkan sisa material dan menata kembali alur sungai,” ujar Rudi Yudistira, warga Maninjau, kepada Wartapatroli.com, Sabtu (3/1) siang.

Meski akses mulai pulih, ancaman belum sepenuhnya berlalu. Pengendara diimbau tetap waspada karena kondisi jalan masih licin dan cuaca di perbukitan Maninjau belum stabil. Tanah yang jenuh air dinilai masih labil dan rawan longsor susulan.

Sebelumnya diberitakan, banjir bandang kembali menerjang Jorong Pasa Maninjau pada Jumat (2/1). Peristiwa ini memaksa 469 jiwa dari 167 kepala keluarga mengungsi ke rumah ibadah, kantor pemerintahan, dan rumah kerabat.

Malam-malam panjang dilalui warga dalam kecemasan, sementara suara sungai menjadi penanda bahaya.
BPBD Kabupaten Agam kembali mengingatkan masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran Sungai Batang Muaro Pisang dan kawasan rawan longsor, untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

Curah hujan masih berpotensi tinggi, dan alam Maninjau belum sepenuhnya tenang.
Di antara lumpur yang mulai mengering dan jalan yang kembali terbuka, Maninjau masih berdiri di persimpangan harap dan waspada menunggu cuaca benar-benar bersahabat. (Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *