Agam  

Realisasi PBB-P2 Kabupaten Agam Baru 5,68 Persen, Bapenda Intensifkan Optimalisasi PAD

Agam, Wartapatroli.com  — Pemerintah Kabupaten Agam terus mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026, khususnya dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang hingga 20 Juni 2026 baru terealisasi 5,68 persen dari target yang ditetapkan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Agam, Helton, SH, M.Si, saat dikonfirmasi Wartapateoli.com Sabtu (20/6) mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan terhadap seluruh sumber pendapatan daerah agar target PAD tahun 2026 dapat tercapai.

“Kami terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan terhadap seluruh sumber pendapatan daerah.

Potensi-potensi yang masih bisa dioptimalkan akan terus digali agar target PAD tahun 2026 dapat tercapai bahkan melampaui target yang telah ditetapkan,” ujar Helton.

Secara keseluruhan, realisasi PAD Kabupaten Agam hingga 20 Juni 2026 mencapai Rp92,08 miliar atau 42,02 persen dari target sebesar Rp219,16 miliar.

Realisasi tersebut berasal dari pajak daerah Rp38,28 miliar, retribusi daerah Rp37,35 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp12,30 miliar, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp4,15 miliar.

Selain PBB-P2, sektor pajak mineral bukan logam dan batuan juga masih mencatat realisasi relatif rendah, yakni 16,67 persen.

Sementara beberapa komponen pendapatan lainnya menunjukkan capaian yang cukup baik, seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang telah mencapai Rp6 miliar atau 58,84 persen dari target, serta Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar Rp14,79 miliar atau 48,96 persen dari target.

Di sektor retribusi daerah, kontribusi terbesar masih berasal dari retribusi pelayanan kesehatan yang telah terealisasi Rp36,40 miliar. Secara keseluruhan, realisasi retribusi daerah mencapai Rp37,35 miliar atau 37,17 persen dari target Rp100,47 miliar.

Menurut Helton, jika penerimaan hingga akhir Juni dan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp7 miliar telah masuk ke kas daerah, maka realisasi PAD Kabupaten Agam berpotensi mencapai sekitar Rp99,08 miliar atau lebih tinggi dibandingkan capaian periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp97,27 miliar.

Ia berharap dukungan seluruh OPD, pelaku usaha, wajib pajak dan masyarakat dapat terus ditingkatkan guna memperkuat pendapatan daerah.

“Dengan pendapatan daerah yang meningkat, maka ruang fiskal pemerintah juga semakin besar untuk membiayai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu kami optimistis target PAD tahun ini dapat tercapai,” tutupnya.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *