AGAM, Wartapatroli.com – Cahaya senja yang perlahan meredup menjadi saksi sebuah pertemuan penuh makna.
Di tengah hangatnya aroma kopi dan obrolan yang mengalir, di pelantaran GOR Rang Agam Lubuk Basung, Selasa (9/7) sejumlah tokoh seni, dan musisi, kawakan asal Lubuk Basung serta jajaran Pemerintah Kabupaten Agam berkumpul untuk menuntaskan persiapan penayangan Mars Lubuk Basung, sebuah maha karya ciptaan Era Darwis dan Dafid,IP yang akan menjadi bagian dari semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Lubuk Basung sebagai ibu kota Kabupaten Agam.
Suasana kebersamaan itu dihadiri dua kepala dinas terkait antara lain Andri Asmi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Agam, serta Kasman Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam, serta pelaku seni asal Lubuk Basung lainnya.
Pertemuan tersebut membahas tahap akhir (finishing) penayangan Mars Lubuk Basung, sebuah karya yang lahir dari tangan maestro lagu Minang asal Lubuk Basung, Era Darwis dan Dafid,IP dengan dukungan produksi dari Pamenan Mudik Studio Record yang diproduseri Andri Asmi
Di balik diskusi yang berlangsung santai namun serius, tersimpan harapan agar Mars Lubuk Basung tidak sekadar menjadi lagu seremonial, melainkan mampu membangkitkan rasa bangga, kecintaan, serta semangat masyarakat terhadap Lubuk Basung yang telah genap 33 tahun menyandang status sebagai ibu kota Kabupaten Agam.
Pertemuan itu juga menjadi ruang silaturahmi para pelaku seni lintas generasi kehadiran sang pencipta lagu Pepa Kampis menambah warna tersendiri dalam diskusi, sekaligus menjadi simbol kebersamaan insan seni Minang dalam mendukung lahirnya karya-karya yang mengangkat identitas daerah.
Di tengah perbincangan yang diiringi secangkir kopi, para seniman berbagi gagasan, menyatukan irama, dan menyempurnakan setiap detail agar Mars Lubuk Basung hadir dengan kualitas terbaik.
Sebab sebuah lagu bukan sekadar rangkaian nada dan lirik, tetapi juga rekaman perjalanan sejarah, budaya, dan harapan sebuah daerah.
Mars Lubuk Basung diharapkan menjadi warisan musikal yang mampu menggema dari generasi ke generasi, mengiringi setiap langkah pembangunan, serta mengingatkan bahwa kemajuan sebuah daerah selalu berawal dari kecintaan masyarakat terhadap tanah kelahirannya.
Menjelang HUT ke-33 Lubuk Basung sebagai ibu kota Kabupaten Agam, semangat kolaborasi antara pemerintah dan insan seni ini menjadi bukti bahwa budaya tetap menjadi denyut nadi yang menghidupkan identitas daerah, sebagaimana senja yang selalu mengajarkan bahwa setiap akhir hari adalah awal bagi harapan yang baru.(Bagindo)












