Agam  

Gebyar Kemerdekaan Nagari Persiapan Kandih Lubuak Basuang, Semangat 17 Agustus Bergema dari Kampung

AGAM, Wartapatroli.com – Semangat kemerdekaan Republik Indonesia mulai dari Nagari Persiapan Kandih, Lubuak Basuang, hingga keantoro Negari.

Kali ini untuk nenyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat menggelar Gebyar 17 Agustus 2026 dengan beragam kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.

Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, perayaan kemerdekaan di nagari persiapan ini tapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus merawat semangat gotong royong yang tumbuh dari kehidupan kampung.

PJ Wali Nagari Persiapan Kandih Lubuak Basuang, Kusma Betty, SH, yang dikonfirmasi Wartapatroli.com Sabtu (8/8) mengungkapkan antusiasme masyarakat dalam menyambut rangkaian kegiatan tersebut.

Ia didampingi Jorong Siguhuang, Tomi Wahyudi, serta RK Siguhuang, “menurut Kusma Betty, berbagai kegiatan sengaja dikemas semeriah mungkin agar momentum kemerdekaan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

Salah satu kegiatan yang paling dinanti warga adalah jalan santai yang menyediakan sebanyak 700 lembar kupon doorprize bagi masyarakat.

Menariknya, pelaksanaan kegiatan tersebut tidak semata-mata bergantung pada anggaran pemerintah.

Yang mana seluruh biaya kegiatan dihimpun melalui swadaya masyarakat serta dukungan berbagai pihak, di antaranya Hotel Asoka, PDAM, BPJS Ketenagakerjaan dan sejumlah pihak lainnya.

Semangat itu menjadi gambaran bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan seremoni, tetapi juga melalui kepedulian dan kebersamaan masyarakat.

Istimewanya lagi, “Dari Dapur Kampung hingga Panggung Hiburan”
Sebelum puncak rangkaian kegiatan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, masyarakat Nagari Persiapan Kandih Lubuak Basuang juga telah menggelar lomba memasak masakan kampung.

Pada kesempatan ini berbagai hidangan tradisional menjadi bagian dari perlombaan, seperti gulai cubadak, sarondeng, pangek kacang panjang dan aneka masakan khas lainnya.

Aroma masakan kampung seolah membawa perayaan kemerdekaan kembali pada akar kehidupan masyarakat, sederhana, hangat dan penuh kebersamaan.

Tak hanya urusan kuliner, panggung hiburan juga menjadi magnet tersendiri, Lomba karaoke turut digelar dengan melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja hingga lansia.

Sebanyak 35 peserta ambil bagian dalam lomba tersebut. Mereka tampil dengan gaya dan karakter masing-masing, menghadirkan suasana riang yang membuat perayaan kemerdekaan semakin semarak.

Di sela-sela kemeriahan, panitia juga memperdengarkan lagu Mars Lubuak Basuang, yang semakin menguatkan nuansa kebanggaan terhadap daerah dan kampung halaman.

Kemerdekaan yang Tumbuh dari Kebersamaan
Perayaan HUT Kemerdekaan di Kandih Lubuak Basuang pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menang dalam perlombaan atau siapa yang membawa pulang hadiah.

Lebih dari itu, ada pesan sederhana yang tumbuh di tengah masyarakat, bahwa kemerdekaan akan terasa lebih bermakna ketika dirayakan bersama.

Di halaman dan ruang-ruang berkumpul masyarakat, anak-anak tertawa, remaja bernyanyi, orang tua berbincang, sementara para lansia ikut menikmati suasana.

Disanalah wajah kemerdekaan menemukan bentuknya yang paling dekat dengan rakyat.

Bendera Merah Putih bukan hanya berkibar di tiang, tetapi juga seolah hidup dalam gotong royong, tawa, makanan kampung, suara karaoke dan langkah warga yang berjalan bersama.

Dari Kandih, kemerdekaan dirayakan bukan dengan kemewahan, melainkan dengan kebersamaan.

Sebab setelah 81 tahun Indonesia merdeka, semangat yang paling sederhana itulah yang tetap membuat merah putih terasa dekat di hati masyarakat.(Era Darwis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *