PASAMAN BARAT, Wartapatroli.com – Sebanyak 87 nagari di Kabupaten Pasaman Barat siap menggelar Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Tahun 2026 yang untuk pertama kalinya akan menggunakan sistem pemungutan suara elektronik (e-voting).
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menargetkan pelaksanaan Pilwana berlangsung lancar, aman, transparan, dan bermartabat.
Mewakili Bupati Pasaman Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Doddy San Ismail, mengatakan penerapan e-voting menjadi terobosan baru dalam pelaksanaan Pilwana Serentak 2026.
Sistem tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna mewujudkan proses pemilihan yang lebih efektif, jujur, dan adil.
“Insyaallah, berdasarkan pengalaman di daerah lain dan hasil bimbingan teknis bersama tim mitra pelaksana, Pilwana kali ini kita bekerja sama dengan BRIN. Dengan e-voting, kita berharap proses pemilihan berlangsung lebih transparan, tepat sasaran, jujur, dan adil,” ujar Doddy saat melakukan monitoring persiapan Pilwana di Nagari Muaro Kiawai, Muaro Kiawai Barat, dan Muaro Kiawai Hilir, Kecamatan Gunung Tuleh, Selasa (21/7).
Ia menjelaskan, dari 87 nagari yang akan melaksanakan Pilwana Serentak 2026, panitia tingkat kabupaten masih melakukan rekapitulasi jumlah bakal calon wali nagari yang telah mendaftar. Pemerintah daerah optimistis seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal dengan mengedepankan prinsip Pilwana yang bermartabat.
Di Nagari Muaro Kiawai sendiri, terdapat enam bakal calon wali nagari yang telah mendaftarkan diri. Sesuai ketentuan yang berlaku, maksimal hanya lima bakal calon yang dapat mengikuti tahapan pemilihan sehingga akan dilakukan seleksi di tingkat kabupaten untuk menetapkan lima nama yang berhak maju sebagai calon wali nagari.
“Kita sedang merekap jumlah bakal calon dari seluruh nagari. Ada 87 nagari yang akan melaksanakan Pilwana tahun ini. Mudah-mudahan seluruh proses berjalan lebih cepat dan baik sesuai moto Pilwana kita, yaitu Pilwana yang Bermartabat,” katanya.
Doddy juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif menggunakan hak pilihnya dalam Pilwana Serentak 2026.
Menurutnya, tingginya tingkat partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan pemimpin nagari yang mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Ini momentum penting untuk menentukan pemimpin di tingkat nagari yang akan membawa kemajuan bagi masyarakat,” tegasnya.
Pemkab Pasaman Barat berharap pelaksanaan Pilwana Serentak Tahun 2026 dapat menghasilkan wali nagari yang memiliki integritas, mampu menjawab tantangan pembangunan, serta mendukung terwujudnya Pasaman Barat yang maju, sejahtera, berkeadilan, dan berlandaskan agama serta budaya. (Ari)












