Agam  

Bupati Agam H. Beni warlis ; Tinjau dan Awasi Jembatan Bailey di Kelok Labu Matur

Agam, Wartapatroli.com — Bupati Agam, H. Benni Warlis, melakukan pengawasan dan peninjauan langsung terhadap jembatan Bailey yang dibangun di Kelok Labu, Kecamatan Matur, Nagari Matur Hilir, Kabupaten Agam, pada Sabtu pagi. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan jembatan berfungsi dengan baik sebagai akses utama pascabencana.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Agam didampingi oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Agam. Jembatan Bailey ini menjadi jalur vital penghubung Kabupaten Agam dari Lubuk Basung menuju Bukittinggi yang sebelumnya terputus akibat bencana alam.
Bupati Agam menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dinas PUTR Provinsi Sumatera Barat atas dukungan dan kerja keras dalam percepatan pembangunan jembatan Bailey tersebut. Pembangunan jembatan ini berhasil diselesaikan dalam waktu empat hari kerja dengan sistem kerja 24 jam nonstop.
“Kami sangat berterima kasih kepada PUTR Provinsi Sumatera Barat beserta seluruh tim di lapangan yang telah bekerja maksimal siang dan malam. Alhamdulillah, jembatan Bailey ini dapat diselesaikan hanya dalam waktu empat hari sehingga akses utama Lubuk Basung–Bukittinggi kembali bisa dilalui,” ujar Bupati Agam H. Benni Warlis.
Menurut Bupati, dengan difungsikannya jembatan Bailey ini, arus distribusi logistik, kebutuhan pokok, serta mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal dalam masa pascabencana di Kabupaten Agam.
“Keberadaan jembatan Bailey ini sangat penting untuk memperlancar distribusi barang dan aktivitas masyarakat. Ini sangat membantu percepatan pemulihan daerah terdampak bencana,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati Agam memastikan pemerintah daerah akan terus mengupayakan percepatan perbaikan seluruh akses jalan yang terdampak bencana, baik akibat putus maupun longsor, selama masa tanggap darurat hingga memasuki masa rekonstruksi.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh akses jalan yang terdampak bencana di Kabupaten Agam dapat segera pulih. Upaya ini akan terus kami lakukan hingga masa rekonstruksi yang direncanakan sampai 22 Desember 2025,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Agam berharap dengan pulihnya akses transportasi utama ini, aktivitas ekonomi, pelayanan publik, serta kehidupan sosial masyarakat dapat kembali berjalan normal.(Bagindo/Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *