Agam,Wartapatroli.com, — Di bawah langit yang masih menyimpan jejak duka, dunia pendidikan di Kabupaten Agam ikut merasakan getirnya bencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir November 2025. Banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang tidak hanya merobohkan rumah dan harapan, tetapi juga mengguncang ruang-ruang belajar tempat masa depan dirajut.
Sebanyak 60 satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP, tercatat mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang beragam.
Dinding-dinding kelas retak, atap roboh, halaman sekolah tertimbun lumpur, hingga bangunan yang tak lagi layak dihuni. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 12,8 miliar, angka yang merepresentasikan luka fisik sekaligus kehilangan ruang aman bagi anak-anak Agam untuk belajar.
Saat dikonfirmasi Wartapatroli.com, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andrinaldi, AP, M.Si, menyampaikan bahwa sejumlah sekolah mengalami rusak berat dan bahkan harus direlokasi demi menjamin keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.
“Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama. Ada sekolah yang tidak memungkinkan lagi digunakan dan harus dipindahkan sementara,” ujarnya dengan nada keprihatinan.
Di tengah keterbatasan, Pemerintah Kabupaten Agam terus melakukan pendataan kerusakan serta mengupayakan berbagai langkah penanganan darurat. Berbagai skema pembelajaran sementara disiapkan agar proses belajar mengajar tetap berjalan, meski dengan segala keterbatasan sarana dan suasana.
Di balik reruntuhan bangunan sekolah, masih tersisa semangat guru yang setia mendampingi, serta harapan anak-anak yang enggan padam. Pendidikan di Agam mungkin terluka, tetapi belum runtuh.
Mari bersama-sama mendoakan dan mendukung pemulihan dunia pendidikan Kabupaten Agam, agar tawa dan cita-cita kembali menggema di ruang-ruang kelas yang kelak berdiri lebih kuat dan aman.(Bagindo)












