Agam, Wartapatroli.com — Di bawah langit Desember yang masih menyisakan luka alam, Pemerintah Kabupaten Agam kembali menegaskan komitmennya untuk tetap berdiri bersama warganya. Bupati Agam, H. Ir. Beni Warlis, secara resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi 2025 selama 14 hari ke depan, terhitung mulai 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah melalui rangkaian rapat evaluasi penanganan bencana yang berlangsung maraton sejak Senin (22/12), dari pagi hingga sore hari. Rapat digelar di dua titik penting, yakni Aula Utama Kantor Bupati Agam dan dilanjutkan di Posko Utama Tanggap Bencana di Balairung Kediaman Resmi Bupati Agam.
Di tengah suasana duka dan harap yang berjalan beriringan, Bupati Beni Warlis menegaskan bahwa perpanjangan masa tanggap darurat bukanlah sekadar kebijakan administratif, melainkan ikhtiar kemanusiaan. Masih banyak kawasan terdampak yang membutuhkan sentuhan penanganan, terutama sarana dan prasarana vital yang belum sepenuhnya pulih sejak bencana melanda pada 23 November lalu.
“Masih terdapat cukup banyak titik terdampak yang penanganannya belum optimal. Distribusi logistik, dukungan terhadap warga, pembangunan hunian sementara (huntara), hingga pemulihan fasilitas umum menjadi pertimbangan utama,” ujar Beni Warlis dengan nada tegas namun penuh empati.
Dalam kesempatan itu, Bupati Agam juga menyampaikan keputusan berat namun penuh pertimbangan: penghentian resmi proses pencarian korban yang masih dinyatakan hilang, terhitung sejak Senin (22/12). Keputusan ini diambil setelah mendapat persetujuan tertulis dari seluruh ahli waris dan keluarga korban, serta melalui masukan berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.
“Penghentian pencarian ini bukan keputusan yang mudah. Namun, seluruhnya telah disepakati bersama, dengan persetujuan tertulis dari ahli waris dan keluarga korban, serta pertimbangan kemanusiaan dan teknis di lapangan,” tegas Beni Warlis menjawab Wartapatroli.com.
Memasuki masa perpanjangan tanggap darurat pertama, setelah satu bulan penuh masa tanggap darurat sebelumnya, tim gabungan akan memusatkan perhatian pada penanganan lanjutan. Fokus diarahkan pada pemulihan kehidupan warga terdampak, perbaikan infrastruktur, serta penguatan aspek-aspek vital agar roda kehidupan perlahan kembali berputar.
Di tengah duka yang belum sepenuhnya reda, langkah-langkah ini menjadi simbol bahwa pemerintah dan masyarakat Agam terus berjalan bersama menyusun harapan dari puing-puing, dan merajut kembali kehidupan dengan kesabaran dan kepedulian.(Bagindo)












