Agam, Wartapatroli.com —
Pasca diperpanjangnya masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam hingga 5 Januari 2026, alam kembali menunjukkan getirnya. Aliran Muaro Pisang di Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, mengalami longsor susulan pada Selasa (23/12) siang.
Dari perbukitan yang basah oleh hujan, material longsor perlahan turun membawa lumpur pekat, batu-batu besar, serta potongan kayu yang tercerabut dari akarnya.
Aliran yang biasanya tenang itu seketika berubah muram, seolah menyimpan lelah panjang dari cuaca yang tak kunjung bersahabat.
Situasi tersebut dibenarkan oleh Kasi PMN Kecamatan Tanjung Raya, Randi Permana Putra, ST, MT, saat dikonfirmasi Wartapatroli.com melalui sambungan telepon, Selasa (23/12).
Ia menyampaikan bahwa longsor susulan terjadi akibat kondisi tanah yang masih labil dan curah hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut.
“Material yang datang berupa lumpur, batu, dan potongan
kayu. Kondisi ini masih berpotensi berbahaya,” ujarnya.
Di tengah suasana waswas yang menyelimuti, Randi berharap masyarakat sekitar tetap meningkatkan kewaspadaan. Ia mengimbau warga untuk selalu berhati-hati dan mencermati perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini, demi menghindari risiko yang lebih besar.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan komitmennya untuk terus berada di garda terdepan. Di balik sirene peringatan dan lumpur yang mengalir pelan, ada ikhtiar yang tak henti demi keselamatan dan kebaikan warga.
Di tanah yang masih belajar pulih, harapan pun tetap disemai. Bahwa selepas hujan panjang dan bencana yang berulang, Agam akan kembali menemukan jalannya menuju tenang.(Bagindo)












