Agam  

Seleksi JPTP Agam di Persimpangan Profesionalisme dan Kepentingan

Agam, Wartapatroli.com — Di tengah riuh rendah birokrasi yang bergerak perlahan namun pasti, Pemerintah Kabupaten Agam akhirnya menurunkan tirai pengumuman tiga besar hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). untuk beberapa OPD. Sebuah babak penting dalam lakon pemerintahan pun dimulai lakon yang bukan sekadar administratif, melainkan sarat makna, kepentingan, dan harapan publik.

Pengumuman itu tertuang dalam surat bernomor 800.1.2.6/17/Pansel JPTP-KA/XII/2025, tertanggal 24 Desember 2025, ditandatangani Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd. Lutfi AR, S.H., M.Si. Dari rahim proses panjang seleksi terbuka, tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kekosongan pucuk pimpinan kini mengantongi tiga nama terbaik sebuah “trinitas” yang kelak dipilih satu untuk memegang tongkat komando.

Salah satu nama yang mengemuka adalah Khasman Zaini, S.E., MPA, peserta seleksi untuk jabatan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora). Masuknya Khasman ke tiga besar bukan sekadar catatan administratif; ia menjelma menjadi perbincangan publik.

Di mata sebagian kalangan, rekam jejaknya adalah mosaik pengalaman, lama berkiprah di Bappeda Kabupaten Agam, lalu dipercaya memimpin Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda pada era Bupati Andri Warman.

Pada masa itu, Khasman memegang kendali Agam Media Center (AMC) sebuah etalase wajah pemerintah di ruang publik digital.

Di bawah kepemimpinannya, AMC menorehkan prestasi nasional peringkat III nasional (2021) dan peringkat II nasional (2022) dari Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo RI.

Prestasi yang bagi sebagian orang menjadi bukti kapasitas bagi yang lain, tetap menuntut pembuktian lebih lanjut bila kelak amanah jatuh kepadanya.

Apresiasi juga datang dari Pemimpin Redaksi Media Online Wartapattoli.com, Yusra Wafilma, Ia menilai Khasman sebagai figur komunikatif yang mampu merawat hubungan profesional dengan insan pers.

“Pejabat yang mampu berkomunikasi dengan baik akan berdampak positif pada kinerja dan pelayanan publik,” ujarnya.

Namun, sebagaimana epos klasik yang selalu menghadirkan konflik, seleksi ini tak luput dari bayang-bayang kritik.

Di balik nama-nama yang diumumkan, muncul suara dari akar rumput. Seorang tokoh masyarakat Lubuk Basung, yang memilih anonimitas, menyuarakan harapan sekaligus peringatan, agar Bupati Agam, Ir. Benni Warlis, benar-benar memilih figur terbaik bukan karena kedekatan personal, bukan pula karena intervensi politik atau “titipan” balas jasa pasca Pilkada.

“Ini demi transparansi dan kebaikan Kabupaten Agam ke depan,” pungkasnya, dengan nada yang lebih menyerupai doa ketimbang tudingan.

Di titik inilah kritik dan investigasi menemukan ruangnya. Publik menanti apakah seleksi ini akan menjadi monumen meritokrasi, atau sekadar fragmen lain dari drama kekuasaan lokal..?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemda Agam yang berkompeten untuk menjawab kegelisahan tersebut.

Lakon belum usai. Tirai belum sepenuhnya tertutup. Dan seperti kisah-kisah kolosal klasik, sejarah akan mencatat siapa yang dipilih, dan atas dasar apa sebagai penentu arah masa depan pariwisata, kepemudaan, dan olahraga serta bidang lain yang berada dibawah naungan Dinas dan Instansi lain di Kabupaten Agam.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *