Agam,Wartapatroli.com – Revitalisasi sekolah terdampak bencana di Kabupaten Agam terus menunjukkan perkembangan positif.
Pantauan Wartapatroli.com Hingga Juni 2026, tujuh sekolah dasar penerima bantuan pemerintah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mencapai progres fisik pembangunan di atas 50 persen.
Sebagai langkah tindak lanjut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, didampingi Kepala Bidang Pembinaan SD Fadli S. dan fasilitator Kemendikdasmen Reyhan Alfandra, meninjau langsung pelaksanaan pembangunan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi, Minggu (21/6).
“Alhamdulillah, hasil monitoring menunjukkan progres pekerjaan berjalan cukup baik. Dari sekolah yang mendapat bantuan revitalisasi akibat terdampak bencana, tujuh sekolah sudah mencapai progres di atas 50 persen,” ujar Andri, menjawab Wartapatroli.com Minggu (21/6).
Tujuh sekolah tersebut meliputi SDN 12 Batang Tiku, SDN 32 Muaro Putuih, SDN 09 Masang, SDN 07 Labuhan Kecamatan Tanjung Mutiara, SDN 19 Koto Tinggi, SDN 06 Sungai Rangeh, dan SDN 06 Kubu Kecamatan Tanjung Raya. Selain itu, revitalisasi juga tengah berlangsung di SD Batang Salasiah, Kecamatan Canduang.
Andri, berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh peserta didik.
“Kami berharap seluruh pekerjaan selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Yang paling penting, anak-anak dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan layak,” katanya.
Ia optimistis sebagian besar pekerjaan dapat dituntaskan sebelum tahun ajaran baru dimulai sehingga proses serah terima bangunan dapat segera dilakukan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Agam, Fadli S., mengatakan program revitalisasi merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat dalam pemulihan sarana pendidikan yang rusak akibat bencana alam.
Menurutnya, keberadaan fasilitas pendidikan yang layak sangat penting untuk mendukung kualitas pembelajaran dan kenyamanan siswa.
“Revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.
Selain sekolah yang progresnya telah mencapai lebih dari 50 persen, sejumlah sekolah lain masih dalam tahap pengerjaan, yakni SDN 19 Pasir Tinggi, SDN 05 Kayu Pasak, SDN 21 Maur Palembayan, SDN 17 Gobah Canduang, SDN 14 Simpang Ampek Sungai Pua, dan SD Koto Tangah Tilatang Kamang.
Disdikbud Agam memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan standar kualitas yang telah ditetapkan. Program revitalisasi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana dan mendukung kelancaran proses belajar mengajar di Kabupaten Agam.(Bagindo)












