AGAM, Wartapatroli.com – Intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Tanjung Raya sejak Sabtu (18/7) sore kembali memicu banjir bandang di Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam.
Pantauan wartapatroli.com di lapangan Sabtu (18/7) Luapan aliran Sungai Batang Tumayo kembali merendam sejumlah kawasan dan mengancam pemukiman warga yang berada di sekitar bantaran sungai.
Banjir terjadi akibat meluapnya aliran Sungai Batang Tumayo yang hingga kini belum dinormalisasi pasca bencana banjir bandang pada 25 November 2025 lalu.
Kondisi tersebut menyebabkan aliran sungai membentuk jalur baru yang terus mengarah ke kawasan permukiman penduduk yang masih tersisa setelah sebelumnya banyak rumah terdampak terjangan banjir.
Akibatnya Warga di Jorong Sungai Batang dan Jorong Kubu kini harus hidup dalam bayang-bayang ketakutan setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama.
Luapan air sungai sewaktu-waktu dapat kembali terjadi dan mengancam keselamatan jiwa maupun harta benda masyarakat.
TKSK Kabupaten Agam, Miswardi Bagindo Sidi, yang memantau langsung kondisi di lokasi terdampak membenarkan peristiwa tersebut.
Menurutnya, wilayah Nagari Sungai Batang hingga kini masih sangat rawan bencana, terutama saat curah hujan tinggi yang berpotensi memicu banjir besar dari sejumlah aliran sungai di bagian hulu.
“Kami masih memantau perkembangan di lapangan, karena hingga Sabtu malam hujan masih turun.
Sementara warga masih terus bersiaga bersama pemerintah nagari. Kami juga tengah memantau kondisi di beberapa nagari lain di Kecamatan Tanjung Raya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Nagari Sungai Batang saat ini menjadi salah satu wilayah yang kerap dilanda banjir. Dampak luapan sungai tidak hanya mengubah aliran air menjadi jalur baru, tetapi juga merendam areal pertanian masyarakat hingga mengancam permukiman penduduk.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh laporan mengenai korban jiwa. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman apabila debit air sungai terus mengalami peningkatan.
Pemerintah nagari bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan intensif di lapangan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan, mengingat hujan masih mengguyur sebagian wilayah Kecamatan Tanjung Raya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa upaya penanganan dan normalisasi sungai di wilayah terdampak pasca bencana 2025 masih sangat dibutuhkan guna meminimalisir risiko bencana yang terus mengancam keselamatan masyarakat.
Apabila diperlukan, naskah ini dapat diperbarui dengan data jumlah rumah terdampak, korban terdampak, maupun langkah penanganan dari BPBD Kabupaten Agam.(Bagindo)












