Agam  

HUT ke-33 Lubuk Basung Meriah, Namun Ikon Kota Terabaikan

AGAM, Wartapatroli.com – Pemerintah Kabupaten Agam sukses melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Lubuk Basung sebagai Ibu Kota Kabupaten Agam yang berlangsung khidmat pada Minggu, 19 Juli 2026.

Berbagai rangkaian kegiatan digelar dengan meriah sebagai wujud rasa syukur dan kebanggaan masyarakat terhadap perjalanan Lubuk Basung selama 33 tahun menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Agam.

Sejumlah agenda mewarnai peringatan tersebut, mulai dari peluncuran Mars Lubuk Basung, penampilan Tambua Tansa, parade angkutan hias, city touring bersama LA Community, hingga berbagai kegiatan seremonial lainnya yang mendapat apresiasi dari masyarakat.

Kemeriahan peringatan HUT ke-33 Lubuk Basung menjadi simbol semangat membangun daerah. Namun, di balik gegap gempita perayaan itu, masih terdapat sejumlah persoalan pembangunan yang luput dari perhatian pemerintah daerah.

Salah satunya adalah kebutuhan pemasangan traffic light di sejumlah persimpangan strategis Kota Lubuk Basung yang hingga kini belum terealisasi.

Seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat, keberadaan lampu lalu lintas dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di ibu kota kabupaten tersebut.

Selain itu, kondisi Tugu Uda-Uni dengan Perisai Harimau Duduk yang menjadi salah satu ikon Kota Lubuk Basung juga memprihatinkan.

Monumen yang berada di kawasan strategis kota yang berdiri kokoh di simpang tiga dengan radius lebih kurang 400 meter dari pusat pemerintahan kabupaten Agam itu tampak kurang terawat dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Cat pada bangunan tugu terlihat mulai memudar, air mancur yang menjadi bagian dari estetika taman telah lama tidak berfungsi, sejumlah lampu taman mati, keramik mengalami kerusakan dan terkelupas, serta area taman dipenuhi tumbuhan rumput liar yang mengurangi keindahan ikon kota tersebut.

Padahal, Tugu Uda-Uni bukan sekadar ornamen kota, tetapi juga menjadi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Lubuk Basung.

Kondisinya yang terabaikan tentu menjadi ironi di tengah semangat perayaan hari jadi kota yang mengusung semangat kemajuan dan pembangunan.

Untuk kepentingan konfirmasi Wartapatroli.com mencoba menghubungi Kepala dinas Lingkungan Hidup Jafrizal, namun tidak berhasil ditemui dengan alasan rapat, begitu juga dengan kepala bidang pertamanan sedang menghadiri acara PMI di tanjung raya,

Pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemeriahan perayaan hari jadinya, tetapi juga dari konsistensi dalam merawat fasilitas publik dan ikon daerah yang menjadi wajah sebuah kota.

Perawatan infrastruktur dan ruang publik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan yang berkelanjutan.

Momentum HUT ke-33 Lubuk Basung sejatinya dapat menjadi refleksi bersama bahwa pembangunan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Sentuhan kecil berupa perawatan taman kota, pengaktifan kembali fasilitas yang rusak, hingga penyediaan sarana keselamatan lalu lintas justru menjadi kebutuhan nyata yang dirasakan masyarakat setiap hari.

Masyarakat berharap, setelah kemeriahan perayaan usai, perhatian pemerintah dapat kembali difokuskan pada pembenahan fasilitas publik yang selama ini menjadi kebutuhan mendasar.

Sebab, kota yang baik bukan hanya indah saat diperingati hari jadinya, tetapi juga nyaman, aman, dan terawat sepanjang waktu bagi masyarakat yang hidup di dalamnya.

Sampai berita ini diterbitkan Wartapatroli.com masih tetap berupaya untuk menemui pihak berkompeten agar terciptanya pembuatan berimbang.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *