AGAM, Wartapatroli.com – Intensitas hujan deras yang mengguyur kawasan Salingka Danau Maninjau kembali memicu bencana longsor dan air bah di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (25/7).
Material longsor dan derasnya aliran air dari hulu menerjang permukiman warga sehingga masyarakat kembali harus menghadapi musibah yang berulang kali terjadi di wilayah tersebut.
Air bah yang turun dari kawasan perbukitan membawa material lumpur dan bebatuan ke sejumlah titik permukiman.
Pantauan Wartapatroli.com hingga Sabtu (25/7) malam, warga masih berupaya melakukan pembersihan dan memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman dari potensi longsor susulan.
Selain merendam sejumlah lokasi, derasnya aliran air juga mengakibatkan akses jalan dari Baninunang menuju Jorong Nagari untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan.
Kondisi ini menghambat mobilitas masyarakat dan membutuhkan penanganan segera dari pihak terkait.
Peristiwa ini menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi yang melanda Nagari Sungai Batang dalam beberapa waktu terakhir.
Masyarakat setempat kembali diuji dengan musibah yang datang berulang, terutama saat intensitas hujan tinggi mengguyur kawasan Danau Maninjau.
Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di daerah rawan longsor dan bantaran aliran sungai.
Apabila hujan deras turun dalam waktu yang cukup lama, masyarakat diharapkan segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Doa dan harapan pun mengalir bagi masyarakat Nagari Sungai Batang agar diberikan kesabaran, kekuatan, kesehatan, dan keselamatan dalam menghadapi cobaan ini.
Semoga seluruh warga yang terdampak senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT dan musibah serupa tidak kembali terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh informasi dari pihak berkompeten mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Warga bersama aparat setempat masih melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan mengingat cuaca di kawasan Danau Maninjau masih berpotensi diguyur hujan.
Warga berharap agar pihak pemerintah kabupaten Agam untuk melakukan tindakan penanggulangan dan evakuasi warga yang terdampak.(Red)












