Agam, Wartapatroli.com – Warga Jorong Koto Panjang Hilia, Nagari Kapau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, dikejutkan dengan peristiwa seorang pria ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri, Kamis (18/6) petang.
Korban diketahui bernama Tio Dharmarizal (38), warga setempat. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh adik kandung korban, Uti Maharani.
“Saat melihat kakak saya, saya langsung berteriak meminta tolong,” ujar Maharani dengan nada sedih saat dikonfirmasi awak media.
Menurut keterangan keluarga, yang dijumpai Wartapatroli.com Kamis (18/06) saat ditemukan kondisi tubuh korban masih terasa hangat.
Tanpa pikir panjang Keluarga bersama warga sekitar berupaya memberikan pertolongan dengan membawa korban ke Puskesmas Pakan Kamis, Kecamatan Tilatang Kamang.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Seperti yang disampaikan salah seorang petugas medis, Puskesmas Pakan Kamih Elvi, mengatakan korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat tiba di puskesmas.
Peristiwa ini mengejutkan keluarga dan warga sekitar. Pasalnya, sekitar pukul 17.00 WIB atau satu setengah jam sebelum kejadian diketahui, korban masih terlihat beraktivitas seperti biasa dengan mengepak dan memberi merek pada tempe dagangannya.
Dalam hal ini kepala Jorong Koto Panjang Hilia, Arius, yang ditemui awak media menjelaskan bahwa ibu korban bahkan sempat melihat anaknya bekerja sebelum berangkat ke pasar.
“Korban masih beraktivitas normal. Tidak ada yang menyangka peristiwa ini akan terjadi,” ujarnya.
Suasana haru menyelimuti keluarga saat korban dibawa ke puskesmas, bahkan ibu kandung korban tampak sangat terpukul dan tak kuasa menahan tangis setelah mengetahui putranya kesayangannya meninggal dunia dengan cara yang tragis.
Sementara itu, Sekretaris Nagari Kapau, Junaidi, menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban.
Kepergian Tio meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama dua putrinya yang masih berusia kecil.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan selanjutnya korban disemayamkan di rumah duka untuk proses pemakaman.(Bagindo)












