Agam  

Tangis Pecah Di Sungai Pua Jenazah Rino Eka Putra Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Tiba Di Agam Dan Dimakamkan

AGAM, Wartapatroli.com – Suasana duka menyelimuti Jorong Tangah Koto, Nagari Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Rabu (5/8) siang.

Isak tangis keluarga pecah saat jenazah Rino Eka Putra (48), salah satu korban kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II, tiba di rumah duka.

Jenazah Rino tiba sekitar pukul 10.00 WIB setelah diterbangkan dari Surabaya melalui Jakarta menuju Sumatera Barat.

Yang sebelumnya kedatangan Jenazah telah dinanti keluarga, kerabat, dan warga sejak pagi.

Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah kemudian disalatkan di Masjid Baiturrahman Jorong Tanjung Balik sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Wartapatroli.com Rino meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.

Kepergiannya menjadi duka mendalam bagi keluarga yang sebelumnya masih berharap korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Adik korban, Dina Amrina, mengatakan Rino selama ini bekerja sebagai sopir truk pengangkut barang dengan rute Jawa–Makassar.

Rino diketahui berangkat menggunakan KMP Mutiara Sentosa II untuk menggantikan rekannya yang membatalkan perjalanan.

Kondisi tersebut menyebabkan nama Rino sempat tidak tercantum dalam daftar penumpang pada awal proses pencarian.

Keluarga mulai kehilangan kontak dengan Rino sejak Sabtu (1/8/2026).

Penantian panjang keluarga akhirnya berujung kabar duka setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi jenazah korban pada Senin (3/8).

Peristiwa kebakaran KMP Mutiara Sentosa II terjadi di Perairan Sumenep pada Minggu (2/8), Kapal tersebut mengangkut 238 orang yang terdiri dari penumpang dan awak kapal.

Dalam musibah tersebut, sebanyak 233 orang berhasil diselamatkan, sementara lima orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Pada hari ketiga pasca insiden, sebanyak 62 korban dievakuasi dari Masalembu menuju Surabaya.

Dengan proses tersebut, seluruh 238 orang yang berada di atas kapal telah berhasil dievakuasi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turut menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut.

“Atas nama pemerintah, kami kembali menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini.

Semoga kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang. Dengan rasa duka yang mendalam, terdapat lima korban yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Dudy.

Kementerian Perhubungan memastikan proses penanganan korban dan investigasi terkait kebakaran KMP Mutiara Sentosa II tetap berjalan.

Operasi pencarian dan pertolongan yang sebelumnya dilakukan dalam rangka penanganan kedaruratan kini telah beralih menjadi Operasi SAR Rutin Kesiapsiagaan.

Sementara itu, pemerintah masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran kapal tersebut.

Bagi keluarga Rino, kepulangan jenazah pada akhirnya menjadi penutup dari penantian panjang.

Di tengah duka yang mendalam, keluarga mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir, meninggalkan kenangan bagi seorang suami, ayah, saudara, dan bagian dari keluarga yang kini telah tiada.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *