AGAM, Wartapatroli.com – Duka menyelimuti Kabupaten Agam setelah Rino Eka Putra (48), warga Jorong Limo Suku, Kecamatan Sungai Pua, dipastikan meninggal dunia dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Jawa Timur.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi jenazah korban pada Senin (3/8).
Identifikasi dilakukan melalui data primer berupa sidik jari yang diperkuat dengan data sekunder, seperti rekam gigi, catatan medis, dan properti yang dikenakan korban.
Kabar duka itu dibenarkan oleh kerabat korban, Dina Amrina. Melalui pesan di grup WhatsApp Bukittinggi Press Club (BPC), ia menyampaikan bahwa Rino telah dinyatakan meninggal dunia.
“Abang Na sudah tidak ada pak,” tulis Dina.
Menurut keterangan keluarga, Rino berangkat dari Jakarta menuju Makassar dengan membawa sebuah truk bermuatan barang dagangan.
Ia menempuh perjalanan darat hingga Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan KMP Mutiara Sentosa 2.
Sejak kapal dilaporkan terbakar, keluarga kehilangan kontak dengan Rino. Upaya menghubungi telepon seluler korban tidak membuahkan hasil karena nomor yang digunakan sudah tidak aktif.
Dina juga mengungkapkan bahwa Rino berangkat menggantikan orang lain yang membatalkan perjalanan. Kondisi tersebut menyebabkan namanya tidak tercantum dalam daftar manifest awal penumpang.
“Da Rino naik kapal menggantikan orang lain yang cancel, makanya namanya tidak ketemu sebagai penumpang kapal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Wahono Edhi P., mengatakan hingga Senin sore pihaknya telah menerima lima kantong jenazah korban kebakaran kapal dan seluruhnya berhasil diidentifikasi.
“Seluruh lima korban meninggal dunia itu teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari. Kemudian diperkuat dengan data sekunder melalui gigi, catatan medis hingga properti yang dikenakan korban,” katanya dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Surabaya.
Lima korban yang telah teridentifikasi masing-masing Sri Indratmo Wijaya (47) asal Pati, Jawa Tengah; Siti Fatimah (57) asal Makassar, Sulawesi Selatan; Sari Sukoco (39) asal Tulungagung, Jawa Timur; Rino Eka Putra (48) asal Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat; dan Yedi Hendrawan (63) asal Kapuas, Kalimantan Tengah.
Wahono menambahkan, proses identifikasi korban masih terus berlangsung seiring operasi pencarian yang dilakukan tim gabungan.
“Sampai dengan hari ini, operasi DVI tetap masih berjalan sampai dengan ditentukan selesai oleh Basarnas atau BPBD,” ujarnya.
Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 mengalami kebakaran di perairan Sumenep pada Minggu (2/8/2026) pagi.
Berdasarkan hasil verifikasi terbaru, jumlah penumpang kapal sebanyak 236 orang.
Sebanyak 234 penumpang berhasil dievakuasi, sementara dua orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Di Kabupaten Agam, kabar meninggalnya Rino menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan sahabat.
Ketua Bukittinggi Press Club (BPC), Abdul Fatah, menyampaikan belasungkawa atas kepergian almarhum.
“Kita turut berduka atas kepergian almarhum. Beliau orang baik, dan kebaikannya pernah kita rasakan bersama oleh BPC,” ungkapnya.
Saat ini keluarga masih berkoordinasi dengan petugas dan pihak berwenang terkait proses penanganan jenazah serta rencana pemulangan almarhum ke kampung halamannya.
Rumah duka berada di depan Puskesmas Sungai Pua, Kabupaten Agam.(Bagindo)












