Agam  

Warga Simpang IV Mato Aia Implemntasikan Kebersamaan dan Pelestarian Nilai Gotong Royong Melalui Dasawisma

Agam,Wartapatroli.com – Semangat kebersamaan kembali mewarnai RK Simpang IV Mato Aia, Jorong Surabayo, Kenagarian Lubuk Basung, Kabupaten Agam, saat Kelompok Desawisma Bougenvile menggelar kegiatan gotong royong, Sabtu (27/6).

Kegiatan yang melibatkan kader PKK, anggota desawisma, serta masyarakat setempat itu menjadi cerminan hidupnya budaya gotong royong yang telah lama menjadi identitas masyarakat Minangkabau.

Di balik sapu, cangkul, dan semangat kebersamaan, tersimpan harapan untuk membangun lingkungan yang bersih, asri, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Lubuk Basung, Ny. Ricky Eka Putra, yang dikonfirmasi Wartapatroli.com Sabtu (27/6) mengatakan bahwa pengembangan kelompok desawisma merupakan bagian dari implementasi 10 Program Pokok PKK yang bertujuan meningkatkan peran keluarga dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, tertata, dan harmonis.

“Pengembangan desawisma merupakan bagian dari 10 Program Pokok PKK. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin membangun kebersamaan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dari lingkungan terkecil,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kenagarian Lubuk Basung, Ernis Eka Putri, berharap semangat yang ditunjukkan Kelompok Desawisma Bougenvile terus dipertahankan karena menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian desawisma.

“Insya Allah, kegiatan desawisma ini akan masuk dalam penilaian desawisma. Karena itu, semangat, kekompakan, dan keberlanjutan kegiatan harus terus dijaga,” tuturnya.

Senada dengan itu, Selfia Erlina Runo Syamna Putra menyampaikan harapannya agar seluruh kelompok desawisma di Kenagarian Lubuk Basung semakin berkembang dan tetap solid, khususnya di Jorong Surabayo.

“Semoga ke depan kelompok desawisma di kenagarian ini semakin eksis dan kompak, sehingga mampu menjadi contoh dalam membangun lingkungan yang sehat, indah, dan penuh kebersamaan,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan oleh RK Simpang IV Mato Aia, Jorong Surabayo, Novera Ismadi. Ia menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai gotong royong bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga merawat nilai-nilai sosial yang patut diwariskan kepada generasi mendatang.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua. Nilai gotong royong dan kebersamaan yang tumbuh hari ini hendaknya terus dipelihara dan diwariskan kepada anak cucu sebagai bagian dari jati diri masyarakat,” ungkapnya.

Di tengah perkembangan zaman yang serba modern, Desawisma Bougenvile menghadirkan pesan sederhana namun bermakna, bahwa kemajuan sebuah lingkungan tidak hanya dibangun oleh infrastruktur, tetapi juga oleh hati yang saling peduli, tangan yang ringan membantu, dan semangat kebersamaan yang terus menyala.

Dari sudut kecil Simpang IV Mato Aia, gotong royong kembali membuktikan bahwa kebersamaan adalah benih yang akan selalu tumbuh menjadi kekuatan masyarakat.(Era Darwis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *