RKKL Agam Jabodetabek Tampilkan Marwah Bajamba Adat Minangkabau di TMII

Jakarta,Watrapatri.com — Suasana penuh kehangatan dan nuansa adat Minangkabau mewarnai Anjungan Sumatera Barat di Taman Mini Indonesia Indah pada Minggu, 31 Mei 2026.

Rukun Keluarga Kecamatan Lubuk Basung (RKKL) Jabodetabek turut ambil bagian dalam kegiatan budaya Bajamba Adat Minangkabau, sebuah tradisi makan basamo yang sarat makna filosofis dan nilai kebersamaan.

Kegiatan ini diikuti oleh para Bundo Kanduang RKKL Agam yang dipimpin oleh Bundo Linda Mutia, bersama Bundo Kanduang dari lima nagari, yakni Lubuk Basung, Manggopoh, Kampung Tangah, Kampung Pinang, dan Garagahan.

Kehadiran mereka menjadi representasi kuat dari masyarakat Minangkabau rantau yang tetap menjaga identitas adat dan budaya di tengah perkembangan zaman.

Dalam penampilan yang anggun dan penuh wibawa, para Bundo Kanduang menampilkan tata cara bajamba bukan sekadar sebagai tradisi makan bersama, tetapi juga sebagai simbol filosofi kehidupan Minangkabau, kebersamaan, kesopanan, serta penghormatan dalam pelayanan dan penyajian hidangan khas daerah.

Kegiatan yang mengedepankan Budaya Minangkabau yang berpijak pada falsafah “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” kembali ditegaskan melalui kegiatan ini.

Nilai-nilai tersebut tampak hidup dalam setiap rangkaian acara, mulai dari busana adat yang rapi dan sarat makna, hingga sikap saling menghargai antar peserta dan tamu yang hadir, termasuk pengunjung mancanegara.

Ketua Bundo Kanduang RKKL Agam, Bundo Linda Mutia, kepada Wartapatroli.cim menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk promosi budaya Minangkabau agar semakin dikenal luas oleh dunia internasional.

“Bajamba bukan hanya tentang rendang atau hidangan, tetapi tentang adab, rasa hormat, dan cara urang Minang memuliakan tamu,” ungkapnya dalam suasana penuh kebanggaan.

Sementara itu, masyarakat RKKL Jabodetabek yang hadir turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Mereka menilai, partisipasi ini menjadi bukti bahwa masyarakat Minangkabau di perantauan tetap solid dalam menjaga marwah budaya dan adat istiadat.

Linda Mutia juga mengatakan Dengan terselenggaranya kegiatan ini, budaya Minangkabau dari Lubuk Basung kembali menunjukkan eksistensinya di kancah nasional bahkan internasional.

Semangat kebersamaan dan jati diri budaya pun terus terjaga di tanah rantau, ulasnya sembari beticap “Di rantau awak indak lupo adat, di Jakarta, marwah Lubuk Basung tetap disanjung.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *